penelitian dan penulisan ilmiah
PENELITIAN
DAN PENULISAN ILMIAH
A. Definisi penelitian
·
Menurut Sukardi (2003)
penelitian adalah proses ilmiah yang mencakup sikap formal dan intensif.
Karakter formal dan intensif karena mereka terikat dengan aturan, urutan maupun
cara penyajiannya agar memperoleh hasil yang diakui dan bermanfaat bagi
kehidupan manusia. Intensif dengan menerapkan ketelitian dan ketepatan dalam
melakukan proses penelitian agar memperoleh hasil yang dapat
dipertanggungjawabkan, memecahkan problem melalui hubungan sebab akibat, dapat
diulang kembali dengan cara yang sama dan hasil sama.
·
Penelitian menurut
Kerlinger dalam Sukardi (2003) ialah proses penemuan yang mempunyai
karakteristik sistematis, terkontrol, empiris, dan mendasarkan pada teori dan
hipotesis. Beberapa karakteristik penelitian sengaja ditekankan oleh Kerlinger
agar kegiatan penelitian memang berbeda dengan kegiatan professional lainnya.
Penelitian berbeda dengan kegiatan yang menyangkut tugas-tugas wartawan yang
biasanya meliput dan melaporkan berita atas dasar fakta.
·
Penelitian dapat pula
diartikan sebagai cara pengamatan atau inkuiri dan mempunyai tujuan untuk
mencari jawaban permasalahan atau proses penemuan. Baik itu discovery maupun
invention. Discovery diartikan hasil temuan yang memang sebetulnya sudah ada.
Sedangkan invention diartikan sebagai penemuan hasil penelitian yang
betul-betul baru dengan dukungan fakta.
Dari
beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa penelitian adalah usaha
seseorang yang dilakukan secara sistematis mengikuti aturan-aturan metodologi
misalnya observasi secara sistematis, dikontrol, dan mendasarkan pada teori
yang ada dan dipeerkuat dengan gejala yang ada.
B.
Tujuan Penelitian
Penelitian mempunyai tujuan
yang hendak dicapai oleh peneliti. Beberapa tujuan penelitian diantaranya
adalah :
1. Memperoleh
informasi baru
Penelitian
biasanya akan berhubungan dengan informasi atau data yang masih baru jika
dilihat dari aspek sipeneliti. Walaupun mungkin saja suatu data atau fakta
tersebut telah ada dan berada di suatu tempat dalam waktu lama. Apabila fakta
tersebut baru diungkap dan disusun secara sistematis oleh seorang peneliti pada
saat itu maka dapat dikatakan bahwa data peneliti tersebut dikatakan baru.
Contoh data yang sering ditemui dalam kondisi tersebut misalnya adalah fakta
sejarah yang diperoleh di sebuah situs desa Wonoboyo, Klaten. Dari situs
tersebut ditemukan diantaranya peninggalan peradaban masyarakat kuno yang
berupa guci, mata uang, batu permata, dan bagian bawah suatu bangunan yang
merupakan bangunan kuno. Hasil-hasil temuan tersebut menurut para ahli
arkeologi adalah peninggalan pada zaman Mataram kuno.
2. Mengembangkan
dan menjelaaskan
Dengan
melakukan pengembangan dan usaha menjelaskan melalui teori yang didukung
fakta-fakta penunjang yang ada, peneliti akan dapat sampai pada pemberian
pernyataan sementara yang sering disebut hipotesis.
3. Menerangkan,
Memprediksi, dan Mengontrol Suatu Ubahan
Tujuan
penelitian ini penting dalam aspek akademika karena dengan memiliki kemampuan
yang mencakup menerangkan. Memprediksi dan mengontrol sesuatu, dapat dikatakan
bahwa seseorang tersebut adalah ahli yang memiliki kelebihan apabila
dibandingkan dengan orang awam.
C.
Struktur
Penelitian dan Penulisan Ilmiah
Sebenarnya
banyak sekali bentuk dan cara penulisan keilmuan yang dapat kita temui dalam
berbagai pedoman penulisan. Bentuk luarnya bisa berbeda namun jiwa dan
penalarannya adalah sama. Dengan demikian maka yang lebih penting adalah bukan
saja mengetahui teknik-teknik pelaksanaannya melainkan memahami dasar pikiran
yang melandasinya. Bagi seorang maestro penelitian ilmiah pada hakikatnya merupakan
operasionalisasi metode ilmiah dalam kegiatan keilmuan. Demikian juga penulisan
ilmiah pada dasarnya merupakan argumentasi penalaran keilmuan yang
dikomunikasikan lewat bahasa tulisan. Untuk itu mutlak diperlukan penguasaan
yang baik mengenai hakikat.
keilmuan agar dapat melakukan penelitian dan sekaligus mengkomunikasikannya secara tertulis. Demikian juga bagi seorang penulis ilmiah yang baik, tidak jadi masalah apakah hipotesis ditulis langsung setelah perumusan masalah, ditempat mana akan dinyatakan postulat, asumsi atau prinsip, sebabn dia tahu benar hakikat dan fungsi unsur-unsur tersebut dalam keseluruhan struktur penulisan ilmiah (Suriasumantri : 1993).
keilmuan agar dapat melakukan penelitian dan sekaligus mengkomunikasikannya secara tertulis. Demikian juga bagi seorang penulis ilmiah yang baik, tidak jadi masalah apakah hipotesis ditulis langsung setelah perumusan masalah, ditempat mana akan dinyatakan postulat, asumsi atau prinsip, sebabn dia tahu benar hakikat dan fungsi unsur-unsur tersebut dalam keseluruhan struktur penulisan ilmiah (Suriasumantri : 1993).
Struktur
penulisan ilmiah yang secara logis dan kronologis mencerminkan kerangka
penalaran ilmiah. Pembahasan ini ditujukan bagi mereka yang sedang menulis
tesis, disertasi, laporan penelitian atau publikasi ilmiah lainnya, dengan
harapan agar mereka lebih memahami logika dan arsitektur penulisan ilmiah.
Dengan mengenal kerangka berpikir filsafati maka kita secara lebih mudah akan
menguasai hal-hal yang bersifat teknis.
a. Pengajuan masalah
Langkah pertama dalam penelitian ilmiah adalah mengajukan masalah yang
berisi:
·
Menentukan latar belakang dari suatu masalah, kemudian
melakukan identifikasi masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan
penelitian, dan manfaat penelitian.
·
Pengajuan Hipotesis. Dalam hipotesis mengkaji mengeikasi
manai teori-teori ilmiah yang dipergunakan dalam analisis, pembahasan mengenai
penelitian-penelitian lain yang relevan, penyusunan kerangka berpikir dengan
mempergunakan premis-premis dan menyatakan secara tersurat postulat, asumsi dan
prinsip yang dipergunakan, lalu merumuskan hipotesis.
Jujun Suparjan
Suriasumantri menjelaskan tentang pengajuan masalah sebagai berikut :
1. Latar belakang
masalah
2. Identifikasi
masalah
3. Pembatasan
masalah
4. Perumusan
masalah
5. Tujuan
penelitian
6. Kegunaan
penelitian
b. Penyusunan Kerangka Teoritis Dan Pengajuan Hipotesis:
1. Pengkajian mengenai teori-teori ilmiah
yang akan dipergunakan dalam analisis.
2. Pembahasan mengenaiulat,
penelitian-penelitian yang relevan.
3.Penyusunan kerangka berpikir dalam
pengajuan hipotesis dengan mempergunakan premis-premis sebagai tercantum dalam
butir (1) dan butir (2) dengan menyatakan secara tersurat postulat, asumsi dan
prinsip yang dipergunakan (sekiranya diperlukan);
4. Perumusan hipotesis
c. Metodologi
penelitian
Penyusunan metodologi penelitian mencakup
kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
- Tujuan penelitian secara lengkap dan operasional dalam
bentuk pernyataan yang mengidentikasikan variable-variabel dan
karakteristik hubungan yang akan diteliti
- Tempat dan waktu penelitian di mana akan dilakukan
generalisasi mengenai variable-variabel yang diteliti
- Metode penelitian yang ditetapkan berdasarkan tujuan
penelitian dan tingkat generalisasi yang diharapkan
- Teknik pengambilan contoh yang relevan dengan tujuan
penelitian, tingkat keumuman dan metode penelitian
- Teknik pengumpulan data yang mencakup identifikasi
variable yang akan dikumpulkan, sumber data, teknik pengukuran, instrument
dan teknik mendapatkan data
- Teknik analisis data yang mencakup langkah-langkah dan
teknik analisis yang dipergunakan yang ditetapkan berdasarkan pengajuan
hipotesis.
d. Hasil Penelitian
Dalam
membahas hasil penelitian tujuan kita adalah membandingkan kesimpulan yang
ditarik dari data yang telah dikumpulkan dengan hipotesis yang diajukan. Secara
sistematik dan terarah maka data yang telah di kumpulkan diolah, deskripsikan,
bandingkan dan evaluasi yang semuanya diarahkan pada sebuah penarikan
kesimpulan apakah data tersebut data tersebut mendukung atau menolak hipotesis
yang diajukan. Hasil penelitian dapat dilaporkan dalam kegiatan sebagai berikut
:
- Menyatakan variabel-variabel yang diteliti
- Menyatakan teknik analisis data
- Mendeskripsikan hasil analisis data
- M.emberikan penafsiran terhadap kesimpulan analisis
data
- Menyimpulkan pengujian hipotesis apakah ditolak
atau diterima
e. Ringkasan Dan Kesimpulan
1.
Deskripsi singkat mengenai masalah, kerangka teoretis,
hipotesis, metodologi dan penemuan penelitian;
2.
Kesimpulan penelitian yang merupakan sintesis berdasarkan
keseluruhan aspek tersebut diatas
3.
Pembahasan kesimpulan penelitian dengan melakukan
perbandingan terhadap penelitian lain dan pengetahuan ilmiah yang relevan;
4.
Mengkaji implikasi penelitian;
5.
Mengajukan saran.
D.
Teknik Penulisan Ilmiah
Teknik penulisan ilmiah mempunyai dua aspek
yakni gaya penulisan serta teknik notasi. Penulis ilmiah harus menggunakan
bahasa yang baik dan benar. Komunikasi ilmiah harus bersifat reproduktif
artinya bahwa sipenerima pesan mendapatkan kopi yang benar-benar sama dengan
prototipe yang disampaikan sipemberi pesan. Komunikasi ilmiah harus bersifat
impersonal di mana berbeda dengan tokoh dalam sebuah novel yang bisa berupa aku
dan dia atau doktor faust. Kata ganti perorangan hilang dan diganti universal
yakni ilmuwan. Pembahasan secara ilmiah mengharuskan kita berpaling kepada
pengetahuan-pengetahuan ilmiah sebagai premis dalam argumentasi kita.
Pernyataan ilmiah yang kita gunakan harus mencatat beberapa hal yakni kita
identifikasi orang membuat pernyataan tersebut, media komunikasi ilmiah dimana
pernyataan tersebut di sampaikan, lembaga yang menerbitkan publikasi ilmiah
tersebut beserta tempat domisili dan waktu penerbitan dilakukan.
Kerangka Umum Karya Ilmiah
a) Halama utama / halaman sampul
b) Kata pengantar
c) Abstrak
d) Sisi / usulan penelitian
e) Kesimpulan
f) Daftar Pustaka
g) Riwayat Hidup
h) Catatan akhir / lampiran
a) Halama utama / halaman sampul
b) Kata pengantar
c) Abstrak
d) Sisi / usulan penelitian
e) Kesimpulan
f) Daftar Pustaka
g) Riwayat Hidup
h) Catatan akhir / lampiran
E.
Teknik Notasi Ilmiah
Teknik notasi ilmiah menyangkut
masalah tata cara mengutip, membuat catatan kaki, dan menyusun daftar pustaka
(bibliografi).
1.
Kutipan
Kutipan
adalah kegiatan meminjam pendapat seseorang yang disampaikan baik secara lisan
maupun tulisan. Sumber kutipan tersebut dapat berupa cetakan atau rekaman
wawancara. Ada dua macam kutipan, yaitu :
a. Kutipan langsung
Kutipan
langsung merupakan pernyataan yang ditulis dalam susunan kalimat aslinya tanpa
mengalami perubahan sedikit pun. Bahan yang dkutip harus direproduksi tepat
seperti apa adanya sesuai sumber, termasuk ejaan, tanda baca, dll. Kutipan
langsung terdiri dari kutipan pendek dan kutipan panjang.
b. Kutipan tidak langsung
Kutipan
tidak langsung / menyadur adalah pinjaman atau penggunaan ide/pokok pemikiran
orang lain yang ditulis kembali dengan bahasa pengutip sendiri.Cara menyadur
ada dua macam, masing-masing berbeda cara, tujuan, dan manfaatnya yaitu:
·
Meringkas, yaitu penyajian suatu karangan atau bagian
karangan panjang dalam bentuk yang singkat. Tujuannya adalah mengembangkan
ekspresi penulisan, menghemat kata, memudahkan pemahaman naskah asli, dan
memperkuat pembuktian.
·
Ikhtisar, yaitu menjadikan suatu karangan yang panjang dalam
bentuk ringkas.
2.
Catatan kaki
Catatan kaki
adalah penyebutan sumber yang dijadikan kutipan. Fungsi catatan kaki adalah
memberikan penghargaan terhadap sumber yang dikutip dan aspek ligalitas untuk
izin penggunaan karya tulis yang dikutip, serta yang terpenting adalah etika
akademik dalam masyarakat ilmiah sebagai wujud kejujuran penulis.
Tanda catatan kaki diletakkan diujung kalimat yang kita
kutip dengan mempergunakan angka yang diketik naik setengah spasi. Catatan kaki
pada tiap bab diberi nomor urut mulai angka 1 sampai habis dan diganti dengan
nomor 1 kembali pada bab yang baru. Satu kalimat mungkin terdiri dari beberapa
catatan kaki sekiranya kalimat itu terdiri dari beberapa kutipan. Dalam keadaan
seperti ini maka tanda catatan kaki diletakkan diujung kalimat yang dikutip
sebelum tanda baca penutup. Sedangkan satu kalimat yang seluruhnya terdiri dari
satu kutipan tanda catatan kaki diletakkan sesudah tanda baca penutup kalimat. Tujuan utama
catatan kaki adalah mengidentifikasi lokasi yang spesifik dari karya
yang dikutip.
3.
Daftar Pustaka/Bibliografi
Daftar
Pustaka
adalah sebuah daftar yang mencantumkan spesifikasi sebuah buku yang meliputi
judul buku, nama pengarang buku, penerbit buku tersebut dan informasi lain yang
terkait. Daftar pustaka biasanya ditempatkan pada halaman akhir sebuah buku,
disusun secara teratur dan berurutan berdasarkan abjad.
Fungsi Daftar Pustaka salah satunya untuk memberikan
referensi bagi pembaca buku tersebut untuk melakukan kajian ulang atau lanjutan
sehubungan dengan tema buku. Juga sebagai bentuk penghargaan atau apresiasi
terhadap penulis buku dalam Daftar Pustaka atas karyanya yang sudah mempunyai
peranan dalam penulisan buku atau karya tulis.
Langkah penulisan daftar pustaka dalam pengambilan data dari
internet, pertama; tulis nama, kedua; tulis (tahun buku atau tulisan dibuat
dalam tanda kurung) setelah itu beri (tanda titik), ketiga; tulis judul
buku/tulisannya lalu beri (tanda titik) lagi, keempat; tulis alamat websitenya
gunakan kata (from) untuk awal judul web dll setelah itu beri tanda koma,
kelima; tulis tanggal pengambilan data tersebut ok. Seperti contoh dibawah ini:
Ø Albarda (2004). Strategi
Implementasi TI untuk Tata Kelola Organisasi (IT Governance). From http://rachdian.com/index2.php?option=com_docman&task=doc_view&gid=27&Itemid=30,
Penulisan daftar pustaka dalam
pengambilan data dari buku, pertama; penulisan nama untuk awal menggunakan
huruf besar terlebih dahulu setelah nama belakang ditulis beri (tanda koma),
dimulai dari nama belakang lalu beri (tanda koma) dan dilanjutkan dengan nama
depan, kedua; tahun pembuatan atau penerbitan buku, ketiga; judul bukunya ingat
ditulis dengan mengunakan huruf miring setelah judul gunakan (tanda titik),
keempat; tempat diterbitkannya setelah tempat penerbitan gunakan (tanda titik
dua), dan kelima; penerbit buku tersebut diakhiri dengan (tanda titik). Seperti
contoh dibawah ini:
Ø Peranginangin,
Kasiman (2006). Aplikasi Web dengan PHP dan MySql. Yogyakarta: Penerbit
Andi Offset.
Penulisan daftar pustaka yang lebih
dari satu/dua orang penulis dalam buku yang sama. Pertama tulis nama
belakang dari penulis yang pertama setelah nama belakang beri (tanda koma) lalu
tulis nama depan jika nama depan berupa singkatan tulis saja singkatan itu setelah
nama pertama selesai beri (tanda titik) lalu beri (tanda koma) untuk nama kedua
/ ketiga ditulis sama seperti nama sali alis tidak ada perubahan, yang berubah
penulisannya hanya orang pertama sedangkan orang kedua dan ketiga tetap.
Setelah penulisan nama kedua selesai, nah jika tiga penulis gunakan tanda dan
(&) pada nama terakhir begitupula jika penulisnya hanya dua orang saja,
setelah penulisan nama selesai, Kedua; tahun pembuatan atau cetakan buku
tersebut dengan diawali [tanda kurung buka dan kurung tutup/ ( )] setelah
itu beri (tanda titik). Ketiga; judul buku atau karangan setelah itu beri
(tanda koma) dan ditulis dengan huruf miring ok. keempat; yaitu penulisan
tempat penerbitan/cetakan setelah itu beri (tanda titik dua : ) dan terakhir
kelima; nama perusahaan penerbit buku atau tulisan tersebut dan diakhiri (tanda
titik) ok. Untuk gelar akademik tidak ditulis dalam penulisan daftar
pustaka. Nah ini contohnya Seperti dibawah ini:
Ø Suteja,
B.R., Sarapung, J.A, & Handaya, W.B.T. (2008). Memasuki Dunia E-Learning,
Bandung: Penerbit Informatika.
Perlu diingat juga untuk penulisan
daftar pustaka yang banyak harus berurutan penulisannya. Nama dari sumber yang
diambil sebagai daftar putaka ditulis berdasarkan urutan abjad dari nama
masing-masing tersebut, dimulai dengan abjad A-Z itulah urutan penulisan
daftar pustaka yang baik yaitu sesuai dengan urutan nama-namanya.
DAFTAR
PUSTAKA
Suriasumantri,
Jujun S.2010. filsafat ilmu suatu pengantar popular.jakarta:pustaka
Sinar harapan

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda