sejarah
SEJARAH PEMBUKUAN AL-QUR’AN PADA ZAMAN
RASULULLAH DAN KHULAFA’UR RASYIDIN
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah
Qur’an Hadits
Dosen: Nursyamsiah
![]() |
Disusun Oleh:
KELOMPOK 2/AN/F
RANI MARLIANA 11380102
RENDI 11380102
RISNA MULIYANTI 1138010219
RISQI APRILLIA 11380102
RIZA PATRIA R 11380102
SALMA 11380102
SITI NURJANAH 1138010246
ADMINISTRASI NEGARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU
POLITIK
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2013
Jalan
A.H Nasution No. 105 Cibiru – Bandung 40614
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberi rahmat dan karunianya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan karya
tulis ini yang berjudul “Sejarah Pembukuan Al-Qur’an Pada Zaman Rasulullah dan Khulafa’ur
Rasyidin ” tepat pada waktunya. Penyusun juga menyadari sepenuhnya bahwa penulisan
makalah ini banyak kekurangannya dan jauh dari kesempurnaan, baik dari segi penyusunan
ataupun pembahasan, yang disebabkan oleh keterbatasan waktu, sumber dan
pengetahuan penyusun. Maka dari itu, kritik dan saran yang sifatnya membangun,
sangat penyusun harapkan demi perbaikan penyusunan makalah selanjutnya.
Akhirnya penyusun berharap agar hasil laporan ini senantiasa
memberikan manfaat serta ilmu pengetahuan yang berguna khususnya bagi penyusun
umumnya bagi semua pembaca. Demikian makalah ini penulis buat,
penulis ucapkan terima kasih.
Bandung,
Oktober 2012
Penyusun
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ......................................................................... i
Daftar isi ....................................................................................... ii
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1
Latar
belakang ............................................................... 1
1.2
Rumusan
masalah .............................................................. 2
1.3
Tujuan dan
manfaat ......................................................... 2
BAB 2 PEMBAHASAN
2.1
Pada Masa
Rosulullah ....................................................... 2
2.2
Pada Masa
Khulafa’Ar-Rasyidin ...................................... 2
2.3 Penyempurnaan Penulisan Al-Qur’an Setelah
Masa Khalifah....................................................................
7
BAB 3 PENUTUP
3.1
Kesimpulan ....................................................................... 8
DAFAR PUSTAKA ................................................................... 9
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Quran menurut Dr. Subhi Al Salih berarti
"bacaan". Sedangkan dari segi kebahasaan, sesuatu yang dibaca
berulang-ulang". Kata Al-Qur’an adalah bentuk kata benda (masdar) dari
kata kerja qara'a yang artinya membaca. Al Qur’an diturunkan secara
beransur-ansur dalam masa 22 tahun 2 bulan 22 hari atau 23 tahun, 13 tahun di
Mekkah dan 10 tahun di Madinah.
Al-Quran adalah wahyu yang diturunkan dari langit oleh
Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril a’s. Sejarah
penurunannya selama 23 tahun secara berangsur-angsur telah memberi kesan yang
sangat besar dalam kehidupan seluruh manusia. Al- Quran diturunkan dalam 2
periode yaitu periode mekkah dan periode madinah. Sejarah kodifikasi Al- quran
diturunkan dari zaman Rasullah SAW , zaman Khalifah Abu Bakar as Sidiq, zaman
khalifah Umar bin Khatab, zaman khalifah Usman bin. Al-Qur’an sebagai kitab
suci terbesar telah menyedot perhatian banyak orang. Dalam pandangan umat
islam, al-Qur’an merupakan teks yang diwahyukan Allah SWT kepada nabi Muhammad
sebagai pedoman dan petunjuk bagi manusia. Kitab suci ini diturunkan untuk
menjawab persoalan-persoalan nyata yang muncul di tengah kehidupan manusia.
Kata
khulafa’Ar-Rasyidin itu berasal dari bahasa arab yang terdiri dari kata khulafa dan
rasyidin, khulafa’ itu menunjukkan banyak khalifah, bila satu di sebut
khalifah, yang mempunyai arti pemimpin dalam arti orang yanng mengganti
kedudukan rasullah SAW sesudah wafat melindungi agama dan siasat (politik)
keduniaan agar setiap orang menepati apa yang telah ditentukan oleh
batas-batanya dalam melaksanakan hukum-hukum syariat agama islam. Adapun kata Arrasyidin itu
berarti arif dan bijaksana. Jadi khulafaurrasyidin mempunyai arti pemimpim yang
bijaksana sesudah nabi muhammad wafat. Para Khulafa’ar-Rasyidin itu adalah pemimpin yang arif dan bijaksana.
1.2
Rumusan Masalah
1.
Bagaimana
penulisan Al-Qur’an pada masa Rosulullah?
2.
Bagaimana
pembukuan Al-Qur’an pada masa Khulafa’ur Rasyidin?
3.
Bagaimana
penyempurnaan penulisan Al-Qur’an setelah masa khalifah?
1.3
Tujuan dan Manfaat
1.
Untuk
mengetahui bagaimana penulisan pada zaman Rasulullah.
2.
Untuk
megetahui bagaimana pembukuan pada zaman Khulafa’ur Rasyidin.
3.
Untuk
mengetahui bagaimana penyempurnaan penulisan Al-Qur’an setelah masa Khalifah.
BAB II
PEBAHASAN
SEJARAH PEMBUKUAN AL-QUR’AN PADA ZAMAN
RASULULLAH DAN KHULAFA’UR RASYIDIN
3.2 Pada Masa Rosulullah
Pada masa ini Rasulullah mengangkat beberapa orang
untuk dijadikan sebagai jurutulis, diantaranya Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Abban
bin Sa’id, Kholid bin Sa’id, Khalid bin al-wahid, Zaid bin Tsabit dan Muawiyah
bin Abi Sufyan. Tugas mereka adalah merekam dalam bentuk tulisan semua wahyu
yang diturunkan kepada Rasulullah. Alat yang digunakan masih sangat sederhana.
Para sahabat menulis Al-Qur’an pada ‘usub (pelepah kurma), likaf
(batu halus berwarna putih), riqa’ (kulit), aktaf (tulang unta)
dan aqtab (bantalan dari kayu yang biasa dipakai dipunggung unta).
Kegiatan tulis menulis Al-Qur’an pada masa nabi
disamping dilakukan para sekertaris, juga dilakukan para sahabat lainnya.
Kegiatan itu didasarkan kepada sebuah hadits nabi-sebagaimana yang telah
diriwayatkan oleh muslim:
Yang artinya: “Janganlah kamu menulis
sesuatu yang berasal dariku, kecuali Al-Qur’an. Barang siapa telah menulis
dariku selain Al-Qur’an, hendaklah ia mengapusnya.”
Untuk menghindari kerancuan akibat bercampuraduknya
ayat-ayat Al-Qur’an dengan yang lainnya, misalnya hadits Rasulullah, maka
beliau tidak membenarkan seorang sahabat manulis apa pun selain Al-Qur’an.
Larangan ini dipahami oleh Dr. Adnan Muhammad Zarzur sebagai suatu usaha yang
sungguh-sungguh untuk menjamin nilai akurasi Al-Qur’an. Setiap kali turun ayat
Al-Qur’an Rasulullah memanggil jurutulis wahyu. Kemudian Rasulullah berpesan,
agar meletakkan ayat-ayat yang turun itu disurat yang beliau sebutkan.
Faktor-faktor yang mendorong
penulisan Al-Qur’an pada masa Nabi adalah:
1.
Mem—backup hapalan yang telah
dilakukan Nabi dan para sahabatnya.
2.
Mempresentasikan wahyu dengan cara yang paling sempurna, karena bertolak
dari hapalan para sahabat saja tidak cukupkarena terkadang mereka lupa atau
sebagian dari mereka telah wafat. Adapun tulisan akan tetap terpelihara
walaupun pada masa nabi, Al-Qur’an tidak ditulis di tempat tertentu.
Uraian diatas
memperlihatkan bahwa karakteristik penulisan Al-Qur’an pada masa Nabi adalah
bahwa Al-Qur’an tidak ditulis pada satu tempat, melainkan pada tempat yang
terpisah-pisah. Hal ini tampaknya bertolak dari 2 alasan berikut:
a.
Proses penurunan Al-Qur’an masih berlanjut sehingga ada kemungkinan ayat
yag turun belakangan “menghapus” redaksi dan ketentuan hukum ayat yang sudah
turun terdahulu.
b.
Menertibkan ayat dan surat-surat Al-Qur’an tidak bertolak dari kronologi
turunnya, tetapi bertolak dari keserasian antara satu ayat dengan ayat lainnya,
atau antara satu surat dengan surat lainnya.. oleh karena itu, terkadang ayat
atau surat yang turun belakangan ditulis lebih dahulu ketimbang ayat atau surat
yang turun terlebih dahulu.
3.3 Pada Masa Khulafa’Ar- Rasyidin
1)
Abu Bakar
Pada dasarnya,
seluruh Al-Qur’an sudah ditulis pada waktu Nabi masih hidup. Hanya saja
surat-surat dan ayat-ayatnya ditulis dengan terpencar-pencar. Orang yang
pertama kali menyusun Al-Qur’an adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Pada saat
kepemimpinan Abu Bakar terjadi masalah berat, diantaranya mengenai pengakuan
Nabi baru yang menimbulkan pertikaian dan sedikitnya 700 hafidz
Al-Qur’an gugur. Hal itu merupakan bahaya besar yang dapat mengancam
kelestarian Al-Qur’an. Maka hal itu harus segera diatasi. Setelah Umar melihat
langsung pertikaian tersebut dan ia segera menemui Abu Bakar, agar berkenan
untuk mengumpulkan Al-Qur’an dari berbagai sumber, baik yang tersimpan dalam
hapalan dan dalam tulisan.
Kemudian
Setelah peristiwa tersebut, Zaid bin Tsabit (seorang jurutulis wahyu) diminta
bertemu dengan Abu Bakar untuk membantu dalam pengumpulan Al-Qur’an. Zaid bin
Tsabit pun setuju dalam membantu pengumpulan dan penulisan al-qur’an. Dalam
melaksanakan tugasnya, Zaid menetapkan kriteria yang ketat untuk setiap ayat
yang dikumpulkannya. Ia tidak menerima ayat yang hanya berdasarkan hafalan,
tanpa didukung tulisan. Sikap kehati-hatian Zaid tersebut berdasarkan pesan Abu
bakar kepada Zaid dan Umar.
Pekerjaan yang
dibebankan kepundak Zaid dapat diselesaikan dalam waktu kurang lebih satu
tahun, pada tahun 13 H. Dibawah pengawasan abu bakar, umar dan tokoh sahabat
lainnya. Tidak syak lagi ketiga tokoh yang telah disebut-sebut dalam
mengumpulan al-qur’an pada masa Abu bakar, yakni Umar yang terkenal dengan
terobosan-terobosan jitunya menjadi pencetus ide, Zaid mendapatkan kehormatan
karena di percaya untuk mengumpulkan kitab suci Al-qur’an yang memerlukan
kejujuran, kecermatan, dan kerja keras. Khalifah Abu bakar sebagai decision
maker menduduki porsi tersendiri. Setelah sempurna, berdasarkan musyawarah
tulisan al-qur’an yang sudah terkumpul itu dinamakan “mushaf”.
2)
‘Utsman Bin ‘Affan
Dalam menetapkan bentuk al-quran menyiratkan bahwa perbedaan-perbedaan
serius dalam qira’at ( cara membaca ) al-qur’an, perselisihan tentang bacaan al
quran muncul dikalangan tentara tentara muslim yang sebagian direkrut dari
siria dan sebagian lagi dari irak. Khalifah berumbuk dengan para sahabat senior
nabi dan akhirnya menugaskan zaid bin tsabit “ mengumpulkan” al-quran. Bersama
zaid, ikut bergabung tiga anggota keluarga mekkah terpandang: “ abdullah bin
zubair, sa’id bin Al-‘ish dan Abd Ar-Rahma bin Al-harits.
Prinsip yang mereka ikuti dalam menjalankan tugas bahwa dalam kasus
kesulitan bacaan, dialek quraisy- suku dari mana nabi berasal harus dijadikan
pilihan. Al quran direvisi dengan nabi berasal dan dibandingkan dengan suhuf
yang berada ditangan hafshah. Dengan demikian suatu naskah otoriatif ( absah )
al quran disebut mushaf “ ustmani, telah ditetapkan. Sejumlah salinan dibuat
dan dibagikan ke pusat-pusat utana daerah islam. ‘utsman memutuskan agar
mushaf-mushaf yang beredar adalah mushaf-mushaf yang memenuhi persyaratan
sebagai berikut:
a.
Harus terbukti mutawatir,
tidak ditulis berdasarkan riwayat ahad.
b. Mengabaikan ayat yang bacaannya dinasakh dan ayat
tersebut tidak diyakini dibaca
kemabli dihadapan nabi pada saat – saat terakhir.
c.
Kronologis surat dan ayat
seperti yang sekarang ini, berbeda dengan mushaf Abu bakar yang susunan
suratnya berbeda dengan mushaf Utsman
d. Sistem penulisan yang digunakan mushaf mampu
mencakupi qira’at yang berbeda dengan lafazh-lafazh al-qur’an ketika turun.
e. semua yang bukan termasuk al-qur’an
dihilangkan.
Perbedaan penulisan al-qur’an pada masa abu bakar
dan pada masa ‘Utsman bin Affan, dapat dilihat sebagai berikut:
|
Pada masa abu bakar
|
pada masa ‘Utsman bin Affan
|
|
1.
Motivasi penulisan adalah khawatir al-qur’an dengan syahidnya beberapa
penghafal al-qur’an pada Perang Yahamah.
|
1.
Motivasi penulisan karena terjadinya banyak perselisihan didalam cara
membaca al-qur’an (qira’ar).
|
|
2.
Abu bakar melakukannya dengan mengumpulkan tulisan-tulisan Al-qur’an yang
terpencar-pencar pada pelapah kurma, kulit tulang, dan sebagainya.
|
3.
‘Utsman melakukannya dengan menyederhanakan tulisan mushaf pada satu huruf dari tujuh huruf yang dengannya
al-qur’an turun.
|
3.4 Penyempurnaan Penulisan
Al-Qur’an Setelah Masa Khalifah
Mushaf yang ditulis perintah’utsman tidak memiliki
harakat dan tanda titik sehingga dapat dibaca dengan salah satu qira’at yang
tujuh. Setelah banyak orang non-arab memeluk islam, mereka merasa kesulitan
membaca mushaf yang tidak berharakat dan bertitik itu. Dua tokoh yang berjasa
dalam hal ini yaitu “ubaidillah bin Ziyad ( w.67 H ) dan hajjaj bin yusuf
ats.Tsaqafi ( w. 95 H. ). Ibn Ziyad diberitakan memerintahkan seorang lelaki
dari persia untuk meletakkan alif sebagai pengganti dari huruf yang dibuang.
Adapun al – hajjaj melakukan penyempurnaan terhadap mushaf ‘ utsmani pada
sebelas tempat yang karenanya membaca mushaf lebih mudah.
Penyempurnaan itu tidak berlangsung sekaligus, tetapi
bertahap dilakukan oleh generasi sampai abad III H. Tercatat tiga nama yang
disebut-sebut sebagai orang yang pertama kali meletakan tanda titik pada mushaf
‘utsmani. Upaya penulisan al-quran dengan tulisan yang bagus merupakan upaya
lain yang telah dilakukan generasi terdahulu. Untuk pertama kalinya, al-quran
dicetak di Bunduqiyyah pada tahun 1530 M, tetapi begitu keluar, penguasa gereja
mengeluarkan perintah pemusnahan kitab suci Jerman bernama Hinkleman pada tahun
1694 M di Hambung ( Jerman ). Disusul kemudian oleh Marracci pada tahun
1698 M. Di Padoue. Tak satupun dari al-qur’an cetakan pertama, kedua, maupun
ketiga itu yang tersisa di dunia islam. Perintis penerbit al-qur’an pertama
yaitu dari kalangan bukan muslim.
Penerbitan al-qur’an dengan lebel islam baru dimulai
pada tahun 1787. Yang menerbitkannya adalah Maulaya Utsman. Mushaf cetakan itu
lahir di Saint-Petersbourg, Rusia atau Leningrad, Uni soviet sekarang. Di
negara arab, raja Fuad dari mesir membentuk panitia khusus menerbitan al-qur’an
diperempatan pertama abad XX. Panitia yang dimotori para syekh Al-azhar ini
pada tahun 1342 H/ 1932 M. Mushaf yang pertama terbit dinegara Arab ini dicetak
sesuai dengan riwayat Hafsah atau qira’at ‘ashim. Sejak itu, berjuta-juta
mushaf dicetak dimesir dan berbagai negara.
BAB 1V
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Pada masa Rosulullah Al-Qur’an ditulis oleh sekertarisnya, dimana mereka
tidak boleh menulis selain ayat al-qur’an. Kemudian dilanjutkan pada masa Abu
Bakar menulis ayat al-qur’an yang
terpencar-pencar di pelepah kurma, tulang belulang dan sebagainya. Pada masa
ini terbentuklah mushaf.
Pada masa ‘utsman bin affan mushaf tersebut diperbaiki karena adanya
perbedaan cara membaca. Kemudian al-qur’an di sempurnakan dengan cara tulisan
yang bagus dan rafi sehingga langsung diterbitkan.
DAFTAR PUSTAKA
Anwar, Nasution.2012.Ulum
Al-Qur’an.Bandung: CV Pustaka Setia
masa.html
al-qur’an.html


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda