PERTUMBUHAN EKOLOGI ADMINISTRASI NEGARA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ekologi Administrasi
merupakan lingkungan yang dipengaruhi dan mempengaruhi administrasi, yakni:
Politik, ekonomi, budaya, tekhnologi, security dan natural resource.
Inti dari administrasi publik adalah pelayanan publik. Administrasi publik
dalam melayani publik bertujuan untuk menyejahterakan dan memenuhi kebutuhan
publik dengan cara menyediakan barang dan jasa namun tidak berorientasi pada
profit. Hasil-hasil
analisa ilmu-ilmu sosial lainnya seperti misalnya sosiologi, antropologi,
ekonomi dan lain-lain memperkuat pendapat bahwa apa yang baik dalam suatu
lingkungan masyarakat, bangsa dan Negara lain bahkan dapat terjadi sebaliknya.
Pengalaman membuktikan pula bahwa bantuan teknis dari Negara-negara maju kepada
Negara-negara yang sedang berkembang dengan menerapkan asas, dalil dan bahkan
teori administrasi Negara yang telah terbukti berhasil baik di Negara-negara
maju, ternyata tidak demikian halnya di Negara–negara sedang berkembang. Hal
ini, sekali lagi, menjadi faktor pendorong untuk mempelajari hubungan pengaruh
timbal balik anatara sistem dan pranata-pranata administrasi negara dengan
lingkungannya, dalam hal ini lingkungan masyarakat, bangsa dan Negara maju dan
lingkungan masyarakat bangsa dan negara sedang berkembang.
1.2 Rumusan
Masalah
Dari latar belakang di atas kami dapat
merumuskan beberapa rumusan masalah sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan Ekologi Administrasi Negara?
2.
Bagaimana Hubungan Ekologi dengan Administrasi?
3.
Bagaimana Pertumbuhan Ekologi Administrasi Negara?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan
pembuatan makalah ini sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pengertian dari Ekologi Administrasi Negara
2.
Untuk
mengetahui Hubungan Ekologi dengan
Administrasi
4.
Untuk
mengetahui Pertumbuhan Ekologi
Administrasi Negara
BAB II
KAJIAN TEORI
2.1
Pengertian Ekologi
Ekologi Administrasi (Negara)
terdiri dua terminology yaitu “Ekologi” dan “Administrasi” kedua terminology
ini dapat ditelusuri dari berbagai sudut. Setiap sudut pandang tersebut memberikan
pengertian yang berbeda. Hal ini disebabkan oleh latar belakang pengalaman,
pendidikan dan cara pandang dari para ahli yang bersangkutan. Meskipun demikian
dari masing – masing cara pandang yang berbeda itu dapat ditelusuri beberapa
hal yang merupakan persamaannya. Dengan persamaan – persamaan tersebut maka
dapat di rumumuskan berbagai kriteria yang merupakan karakteristik dari Ekologi
Administrasi itu sendiri, sehingga dapat diambil batasan mendekati arti yang
sebenarnya, bahkan tidak menutup kemungkinan diperoleh pengertian yang
sesungguhnya.
Kata ekologi pertama kali di
perkenalkan oleh Ernest Hackel, seorang biologis Jerman pada tahun 1869. Kata
Ekologi terdiri dari kata Oikos dan Logos, Oikos = Rumah atau tempat tinggal,
sedangkan Logos = telaah atau studi. Jadi Ekologi adalah ilmu tentang rumah
atau tempat tinggal mahluk, biasanya ekologi didefinisikan sebagai berikut :
“Ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan
lingkungan”(Soejiran Dkk-Pengantar Ekologi.
1. Ekologi adalah cabang dari biologi yang
berkenaan dengan hubungan antara kehidupan mahluk hidup dengan lingkungan
sekitar mereka, yang dalam ilmu kemasyarakatan perhubungan antara penyaluran
kelompok – kelompok manusia tersebut dengan penerangan sumberdaya alam
berakibat terhadap pola kemasyarakatan dan budaya.
2. Ekologi adalah tata hubungan total
(menyeluruh) dan mutual (timbal balik yang berguna) antara suatu organisme dan
lingkungan sekelilingnya.[1]
3. Ekologi adalah suatu kajian yang
berhubungan dengan inter-relasi antara organisme dengan lingkungan.Dasar
empirisnya terletak dalam hasil penelitian bahwa organisme-organisme yang hidup
ini berfariasi menurut lingkungan.
Dengan demikian dapat dikatakan juga
bahwa ekologi melihat alam sebagai pola jaringan kehidupan yang tersusun oleh
energi dan arus materi, dimana terkait semua mahkluk hidup.Sehubungan dengan
hal di atas maka kita ketahui bahwa pada mulanya ekologi ditetapkan terbatas
pada hewan dan tumbuh-tumbuhan sehingga di kenal ekologi hewan dan ekologi
tumbuh-tumbuhan, kemudian diterapkan juga pada manusia sehingga dikenal pula
ekologi manusia atau ekologi sosial. Ilmu Ekologi adalah suatu ilmu yang
mempelajari hubungan antara suatu organisme dengan yang lainnya dan diantara
organisme-organisme tersebut dengan lingkungannya.
Dari pengertian - pengertian di
atas maka dapatlah ditarik kesimpulan bahwa lingkungan mempunyai batas tertentu
dan ísi tertentu.Secara praktis ruang lingkungan itu dapat ditentukan oleh
faktor alam, faktor sosial dan sebagainya.Sedangkan secara teoritis batas
lingkungan sulit untuk ditentukan.Adapun isi dari suatu lingkungan meliputi
semua benda baik hidup ataupun mati serta kondisi-kondisi ada di dalamnya yang
saling kait mengkait (berinteraksi) antara satu dengan yang lainnya. Manusia sebagai mahkluk
hidup merupakan salah satu komponen yang terpenting dalam proses saling
pengaruh mempengaruhi antar manusia dan antara manusia dengan lingkungan. Agar
mudah di pahami, maka untuk selanjutnya lingkungan ini dapat dibagi dalam tiga
kelompok dasar yang sangat menonjol, yakni :
1.
Lingkungan
fisik (physical environment);
2.
Lingkungan
biologi (biological environment):
3.
Lingkungan
sosial (social environment).
Kemudian
lebih lanjut dikatakan bahwa “Ekologi merupakan suatu synthesa, suatu penilai
paduan kembali daripada hasil-hasil studi yang telah dilakukan terhadap
unsur-unsur masing-masing dan satu persatu yang diperoleh dengan analisa”
2.2 Pengertian Administrasi
Administrasi dalam
arti sempit adalah kegiatan-kegiatan yang bersifat tulis-menulis, jadi
merupakan kegiatan tata usaha seperti mengetik, mengirim surat dan menyimpan
arsip, sedangkan administrasi dalam arti luas meliputi kegiatan yang dilakukan
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu, atau dengan kata
lain administrasi dalam arti luas yaitu kegiatan yang dilakukan dalam rangka
mencapai tujuan yang terlebih dahulu telah ditetapkan.
Administrasi adalah sebuah istilah
yang bersifat generik, yang mencakup semua bidang kehidupan. Karena itu, banyak
sekali definisi mengenai administrasi. Sekalipun demikian, ada tiga unsur pokok
dari administrasi. Tiga unsur ini pula yang merupakan pembeda apakah sesuatu
kegiatan merupakan kegiatan administrasi atau tidak. Dari definisi administrasi
yang ada, kita dapat mengelompokkan administrasi dalam pengertian proses, tata
usaha dan pemerintahan atau adminsitrasi negara. Sebagai ilmu, administrasi
mempunyai berbagai cabang, yang salah satu di antaranya adalah administrasi
negara.
Kegiatan itu
meliputi antara lain perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan.
Sedangkan pengertian administrasi itu sendiri adalah : “Keseluruhan proses
pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang terlibat
dalam suatu bentuk usaha bersama demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan
terlebih dahulu”[2]. Atau
dengan pengertian lain administrasi itu dapat diartikan sebagai berikut :
a. Administrasi
adalah fungsi daripada atau apa yang harus dijalankan oleh setiap orang yang
memimpin atau mengepalai suatu organisasi.
b.
Administrasi adalah dari pimpinan,
pembinaan, pengarahan dan pengendalian daripada suatu organisasi secara
keseluruhan.
2.3 Pengertian
Administrasi Negara
Administrasi
Negara menjadi suatu hal penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Istilah ini biasa merujuk pada kegiatan pemerintah untuk mencapai tujuan
negara. Pengertian Administrasi Negara menurut beberapa ahli :
1. Dimock dan
Dimock (1992 : 19) , Administrasi Negara adalah bagian dari Administrasi umum
yang mempunyai lapangan yang lebih luas , yaitu ilmu pengetahuan yang
mempelajari bagaimana lembaga-lembaga mulai dari satu keluarga hingga PBB
susun, digerakkan dan dikemudikan.
2. Ira sharkansky menjelaskan pengertian
administrasi Negara melalui pengamatan terhadap kegiatan-kegiatan para
administrator, yang meliputi banyak sekali pekerjaan pemerintah. Secara
samar-samar, pengertian “public administration” sebagai lapangan/arena para
administrator melakukan kegiatan-kegiatan, tugas-tugas dan pekerjaan pemerintah
Negara. Public administration berkaitan sekali dengan “public policy” atau
kebijakan pemerintah/Negara.
3. Robbins
(1983 : 9), mengemukakan bahwa Administration in the
universal process of effeciency getting activities completed with and trough
other people (Administrasi adalah keseluruhan proses dari aktivitas-aktivitas
pencapaian tujuan secara efisien dan melalui orang lain).[3]
4. Waldo (1996
: 17), Administrasi negara sebagai suatu
organisasi dan manajemen manusia dalam
pemerintahan guna mencapai tujuan-tujuan
yang telah ditetapkan.
5.
John
M.pfiffner and Robert V. Presthus
menjelaskan pengertian administrasi Negara dengan beberapa ungkapan sebagai
berikut : Administrasi
Negara meliputi implementasi kebijakan pemerintahan yang telah diterapkan oleh
badan-badan perwakilan politik. pada bagian lain dikatakan bahwa administrasi
Negara dapat didefinisikan sebagai koordinasi usaha-usaha perorangan dan
kelompok untuk melaksanakan kebijakan pemerintah. Hal ini terutama meliputi
pekerjaan sehari-hati pemerintah. Penjelasan tersebut di akhiri dengan secara
menyeluruh, administrasi Negara asalah suatu proses yang bersangkutan dengan
pelaksanaan kebijakan-kebijakan pemerintah, pengarah kecakapan-kecakapan dan
teknik-teknik yang tak terhingga jumlahnya yang memberi arah dan maksud
terhadap usaha-usaha sejumlah besar orang.
Dapat
disimpulkan bahwa administrasi Negara adalah suatu proses yang melibatkan
beberapa orang dengan berbagai keahlian dan kecakapan untuk melaksanakan
kebijakan-kebikajan pemerintah.
administrasi Negara menghendaki dua macam syarat jika
hendak dipahami. Pertama perlu mengetahui sesuatu mengenai administrasi
umum. Kedua, harus diakui bahwa masalah administarsi Negara timbul dalam
kearngka politik.[4]
2.4
Faktor dalam ekologis dalam administrasi negara
Meskipun
belum adanya keseragaman dari para ahli dalam memberikan batasan atau
klasifikasi dari faktor-faktor sosial yang dominan yang harus diperkirakan
dalam mengembangkan dan membina administrasi pemerintahan. Prof. Fred. W. Riggs
membagi faktor ekologis tersebut ke dalam lima aspek, yaitu :
1.
Ekonomi
2.
Sosial
3.
Symbol
4.
Komunikasi
5.
Politik
(S. Pamudji : 1979 : hal.6).
Prof.
John Gous membagi pula faktor-faktor 1ingkungan tersebut sebagai berikut :
1. Penduduk
2. Tempat
3. Teknologi fisik
4. Teknologi sosial
5. Cita-cita dan keinginan-keinginan
6. Bencana
7. Kepribadian
Dalam
rangka pembinaan Ketahanan Nasional, maka Sondang P. Siagian, MPA. Ph.D,
membagi faktor-faktor ekologis sebagai berikut :
1.
Faktor geografis
2.
Faktor
penduduk
3.
Faktor
kekayaan alam
4.
Faktor
ideologi
5.
Faktor
politik
6.
Faktor
ekonomi
7.
Faktor
sosial budaya
8. Faktor kekuatan militer
Ciri-ciri dari ekologi
administrasi Negara adalah:
1.
Adanya
sekelompok orang
2.
Adanya
proses kerja sama
3.
Menggunakan
rasionalitas yaitu pertimbangan, perhitungan, teknik dan strategi tertentu yang
dianggap terbaik
4.
Optimalisasi
penggunaan sumber daya
5. Adanya tujuan, sasaran, target, program yang jelas.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1
Ekologi Administrasi Negara
Ekologi Administrasi Negara
adalah Serangkaian proses yang terorganisir darisuatu aktivitas publik atau
kenegaraan yang bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah publik melalui
perbaikan-perbaikanterutama di bidang organisasi, sumber danmanusia dan
keuangan (Fred. W. Riggs).
Pengertian
Ekologi Administrasi Negara adalah serangkaian proses yang terorganisir dari
suatu aktivitas publik atau kenegaraan yang bertujuan untuk memecahkan
masalah-masalah publik melalui perbaikan-perbaikan terutama di bidang
organisasi, sumberdaya manusia, dan keuangan. Dengan demikian ekologi administrasi publik
yaitu suatu ilmu yang mempelajari adanya proses saling mempengaruhi sebagai
akibat adanya hubungan normatif secara total dan timbal balik antara pemerintah
dengan lembaga-lembaga tertinggi negara maupun antar pemerintah,
vertikal-horisontal, dan dengan masyarakatnya. Dimensi pemerintahan dapat
dikaji berdasarkan salah satu teori dari Aristoteles, yaitu teori organisme. Asumsi teori ini
menyatakan bahwa negara atau pemerintahan itu adalah kodrat danmerupakan satu
organisme yang mempunyai kehidupan tersendiri.Dalam bukunya “politics”
Aristoteles menyatakan bahwa negara adalah satu masyarakat paguyuban
(perkumpulan) yang paling tinggi diatas masyarakat paguyuban lainnya.“Dimana
negara bersifat kodrat dan memiliki semua sifat organisme yang terdapat pada
mahluk hidup”. Tingkatan paguyuban menurut Aristoteles yaitu :
1.
Keluarga,
2.
Kehidupan bermasyarakat secara
berkelompok,
3.
Kehidupan bernegara.
Penyesuaian
dalam dimensi pemerintahan ada 2 yaitu
penyesuaian kedaulatan dengan pencapaian tujuan dalam kehidupan
bernegara dan Penyesuaian
dengan lingkunagannya, baik factor lingkungan eksternal dan internal.
Disamping
penyesuaian kedaulatan tersebut harus ada keseimbangan diantaranya :
1. Kelompok masyarakat dengan kelompok
lain.
2. Kehidupan kelompok dengan kehidupan
pereorangan (individu)
3. Hubungan antara individu dengan individu
lainnya.
4. Hubungan antara warga dengan sumber daya
dan kekayaan alam yang tersedia.
5. Hubungan warga negara perseorangan dan
secara bersama dengan lingkungansosial, budaya, dan lingkungan alam semesta.
Menurut
Prof. F.W. Riggs menyebutkan ada 5 hal yang mempengaruhi bekerja suatu sistem
dalam ekologi pemerintahan :
1.
Keadaan penduduk,
2.
Struktur social,
3.
Sistem ekonomi,
4.
Ideologi negara, dan
5.
Sistem politik
Sedangkan
menurut Farrel Weady yang mempengaruhi bekerja suatu sistem dalam ekologi
pemerintahan yaitu :
1.
Keadaan penduduk,
2.
wilayah,
3.
teknologi,
4.
cita-cita
dan harapan, dan
5.
kepribadian.
3.2 Hubungan Ekologi dengan Administrasi
Tinjauan ekologi terhadap
perkembangan administrasi berarti “Tinjauan yang mencoba menerangkan hubungan
antar lingkungan (environment) dimana administrasi itu tumbuh dan berkembang
dengan administrasi itu sendiri yang dianggap sebagai organisme hidup (living
organisme)”, atau dengan lain perkataan tinjauan ekologis ingin
menjelaskan pengaruh daripada lingkungan terhadap administrasi dan sebaliknya,
maka dengan adanya pengaruh tersebut akan memberikan ciri-ciri khas kepada
administrasi.
Ciri-ciri dari faktor ekologislah
yang menyebabkan mengapa dalam suatu daerah tertentu mempunyai perbedaan
administrasi dengan daerah lain walaupun masing-masing berada dalam suatu
ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berbeda dari masyarakat atau bangsa
yang satu dengan masyarakat atau bangsa yang lain, sehingga dapat diketahui
mengapa suatu masyarakat atau bangsa memiliki corak administrasi negaranya
sedemikian rupa.
3.3 Pertumbuhan Ekologi
Administrasi Negara
Pada
tahun 1950-an sekelompok ilmuan politik dan administrasi Negara mulai menyadari
bahwa memindahkan begitu saja sistem dan lembaga-lembaga atau pranata politik
dan administrasi Negara dari suatu lingkungan masyarakat, bangsa dan Negara
tertentu ke lingkungan masyarakat, bangsa dan Negara yang lain tidaklah tepat.
Hasil-hasil analisa ilmu-ilmu sosial lainnya seperti misannya sosiologi,
antropologi, ekonomi dan lain-lain memperkuat pendapat bahwa apa yang baik
dalam suatu lingkungan masyarakat, bangsa dan Negara lain bahkan dapat terjadi
sebaliknya. Pengalaman membuktikan pula bahwa bantuan teknis dari Negara-negara
maju kepada Negara-negara yang sedang berkembang dengan menerapkan asas, dalil
dan bahkan teori administrasi Negara yang telah terbukti berhasil baik di
Negara-negara maju, ternyata tidak demikian halnya di Negara–negara sedang
berkembang. Hal ini, sekali lagi, menjadi faktor pendorong untuk mempelajari
hubungan pengaruh timbal balik anatara sistem dan pranata-pranata administrasi
negara dengan lingkungannya, dalam hal ini lingkungan masyarakat, bangsa dan
Negara maju dan lingkungan masyarakat bangsa dan negara sedang berkembang.
Sementara
itu, pada segi lain, dalam rangka usaha penyempurnaan sistem dan pranata
administrasi Negara dari Negara-negara sedang berkembang perlu didukung oleh
suatu perbandingan, khususnya yang memusatkan perhatian kepada faktor-faktor
persamaan dan perbedaan kondisi yang secara langsung maupun tidak langsung
mempengaruhi berhasil tidaknya usaha-usaha penyempurnaan tadi. Dalam studi
perbandingan ini, dipakai pendekatan secara ekologi (ecological approach).
Dengan demikian jelaslah adanya suatu keinginan yang kuat untuk memahami latar
belakang berbagai macam sistem administrasi Negara yang ada di dunia ini. Maka
mulailah dikembangkan suatu cabang baru dari Ilmu Administrasi Negara, yaitu
Ekologi Administrasi Negara. Prof. Fred W. Riggs menjadi pendorong utama bagi
perkembangan ekologi Administrasi Negara itu yang pada tahun 1950-an telah
memberikan ceramah-ceramah di berbagai lingkungan masyarakat ilmiyah, yang hasilnya
kemudian dibukukan dengan judul The Ecology Of Public Administration. [5]
Kini
ekologi administrasi Negara semakin menarik banyak perhatian para ilmuwan dan
mahasiswa, khususnya yang bergerak dalam ilmu-ilmu politik, pemerintahan dan
administrasi Negara. Dengan mempelajari ekologi administrasi Negara dapat
diketahui ciri-ciri suatu sistem administrasi Negara dari suatu masyarakat,
bangsa dan Negara tertentu dan selanjutnya dapat dipahami pula mengapa dalam
suatu masyarakat, bangsa dan Negara itu telah tumbuh dan berkembang suatu
sistem administrasi Negara tertentu. Lain daripada itu, dengan memahami suatu
kondisi masyarakat, bangsa dan Negara kita dapat menyusun dan mengembangkan
suatu sistem administrasi Negara yang cocok dengan kondisi masyarakat, bangsa dan
Negara yang bersangkutan.
Yang
menjadi masalah ialah karena suatu lingkuangan (environment ) mempunyai
beberapa macam aspek maka perlu ditetapkan aspek yang mana yang relevan bagi
suatu sistem administrasi Negara. Hal ini dianggap sebagai masalah karena
sering terjadi kegagalan dalam menentukan aspek yang relevan itu sehingga
kesimpulan-kesimpulan yang ditarik tentang lingkungan administrasi Negara salah
dan oleh karenanya pemecahan masalahnya pun tidak mengenai sasaran. Misalnya
membanjirnya anggota masyarakat untuk masuk administrasi Negara (dinas
pemerintahan), apakah karena faktor ekonomi, yaitu sempitnya lapangan kerja
atukah karena faktor sosial, yaitu prestise, status sosial yang tinggi dari
dinas pemerintahan tersebut di dalam masyarakat yang bersangkutan. Atas dasar
ini diperingatkan agar ilmuwan dan mahasisiwa yang bergerak dibidang ekologi
administrasi Negara memperjeli pengelihatan dan mempertajam analisa-analisa
mereka.
Kesulitan
akan semakin bertambah oleh karena demikian banyak faktor-faktor lingkungan
(environment) yang mempengaruhi administrasi Negara, sehingga perlu dilakukan
penentuan faktor-faktor mana yang esensial dan penting serta mana yang tidak
esensian dan tidak penting. Penentuan demikian itu tidak selamannya mudah
dilakuakan. Di sinilah letaknya salah satu sumber kegagalan untuk mengembangkan
suatu teori ekologi administrative. Untuk mengatasi hal ini biasanya lalu di
ciptakan suatu model sebagai alat analisa. Dalam perkembangan selanjutnya model
ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana dalam perbandingan berbagai sisitem
administrasi Negara, guna menemukan persamaan-persamaan dan
perbedaan-perbedaannya. Dengan demikian jelaslah bahwa ada kaitan antara
ekologi administrasi Negara dengan perbandingan administrasi Negara, yang
merupakan pendekatan terbaru, yaitu pendekatan ekologik (ecological approach).[6]
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
1. Ekologi Administrasi Negara adalah
serangkaian proses yang terorganisir dari suatu aktivitas publik atau
kenegaraan yang bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah publik melalui perbaikan-perbaikan
terutama di bidang organisasi, sumberdaya manusia, dan keuangan.
2. Ekologi terhadap
perkembangan administrasi berarti “Tinjauan yang mencoba menerangkan hubungan
antar lingkungan (environment) dimana administrasi itu tumbuh dan berkembang
dengan administrasi itu sendiri yang dianggap sebagai organisme hidup (living
organisme)”, atau dengan kata lain ekologis ingin menjelaskan pengaruh
dari pada lingkungan terhadap administrasi dan sebaliknya, maka dengan adanya
pengaruh tersebut akan memberikan ciri-ciri khas kepada administrasi.
3.
Awalnya pada tahun lima puluhan (1950-an) sekelompok ilmuwan
politik dan administrasi menyadari bahwa memindahkan begitu saja sistem
dan lembaga-
lembaga atau pranata politik dan administrasi dari suatu lingkungan
masyarakat, bangsa dan negara tertentu ke lingkungan masyarakat, bangsa dan
negara yang lain tidaklah tepat. Kini ekologi administrasi Negara semakin menarik banyak
perhatian para ilmuwan dan mahasiswa, khususnya yang bergerak dalam ilmu-ilmu politik,
pemerintahan dan administrasi Negara.
4.2 Saran
Dengan
makalah ini mudah-mudahan dapat bermanfaaat bagi kita semua khusunya bagi
penulis umumnya bagi pemabca dan lebih memahami tentang pertumbuhan ekologi
administrasi Negara. Untuk pembaca disarankan mencari referensi yang lain
apabila materi belum dapat dipahami dari makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Anggra, Sahya. 2012Ilmu
Administrasi Negara. Bandung: CV Pustaka Media
Atmosudirji,
S.Prajudi. 1978. Faktor Ekologi Dalam Administrasi Pemerintahan
Jakarta: YayasanKarya Dharma IIP
Siagian, Sondang
P. 1976. Administrasi dan Pembangunan, Jakarta: Gunung
Agung.
[1] S
PrajudiAtmosudirdjo, FaktorEkologiDalamAdministrasiPemerintahan, Jakarta: YayasanKarya
Dharma IIP, 1978, hlm.1.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda