Senin, 02 Februari 2015

IAD

PERKEMBANGAN ILMU ASTRONOMI, KETATASURYAAN
DAN ILMU OPTIK DALAM FISIKA DITINJAU DARI
PERSPEKTIF ISLAM DAN ILMU ALAMIAH MODERN

MAKALAH
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah
Ilmu Alamiah Dasar
Dosen: Haris Budiman

 








Disusun Oleh:
KELOMPOK 7/AN/F
RISNA MULIYANTI          1138010219
RISQI ALAMSYAH                        11380102
RENI MANDALA P                        11380102
SANI SUSANTI                    11380102
SITI HANIFAH                    11380102

ADMINISTRASI NEGARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2013
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberi rahmat dan karunianya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan karya tulis ini yang berjudul “Perkembangan Ilmu Astronomi, Ketatasuryaan dan Ilmu Optik dalam Fisika Ditinjau dari Perspektif Islam dan Ilmu Alamiah Modern” tepat pada waktunya. Penyusun juga menyadari sepenuhnya bahwa penulisan makalah ini banyak kekurangannya dan jauh dari kesempurnaan, baik dari segi penyusunan ataupun pembahasan, yang disebabkan oleh keterbatasan waktu, sumber dan pengetahuan penyusun. Maka dari itu, kritik dan saran yang sifatnya membangun, sangat penyusun harapkan demi perbaikan penyusunan makalah selanjutnya.
Akhirnya penyusun berharap agar hasil laporan ini senantiasa memberikan manfaat serta ilmu pengetahuan yang berguna khususnya bagi penyusun umumnya bagi semua pembaca. Demikian makalah ini penulis buat, penulis ucapkan terima kasih.




                                                                                           Bandung, Oktober  2013



                                                                                                        Penyusun






DAFTAR ISI

Kata Pengantar    .........................................................................          i
Daftar isi .......................................................................................          ii
BAB 1 PENDAHULUAN                                                           
1.1  Latar belakang     ...............................................................          1
1.2  Rumusan masalah ..............................................................          1
1.3  Tujuan dan manfaat   .........................................................          1
BAB 2 ISI
2.1  Pengertian Astronomi, ketatasuryaan dan Optik   .............          2
2.2  Sejarah Astronomi, ketatasuryaan dan Optik  ...................          2
2.3  Macam-macam Astronomi dan Optik    .............................          8
2.4  Fenomena yang pernah terjadi     .......................................          8
BAB 3 PEMBAHASAN
3.1  Hipotesis Tata surya   .........................................................          10
3.2  Macam-macam Astronomi dan Optik    .............................          12
3.3  Fenomena yang pernah terjadi     .......................................          23
BAB 4 PENUTUP
4.1  Kesimpulan  .......................................................................          44
4.2  Saran  .................................................................................          44
DAFAR PUSTAKA  ...................................................................          45










BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna. Manusia dibekali Tuhan akal untuk berfikir dan rasa ingin tahu sebagai dasar dan motivasi untuk menjalankan fungsi akal secara maksimal. Seiring dengan pertambahnya waktu, kesadaran manusia tentang kebutuhanya terhadap ilmu pengetahuan semakin kuat. Mereka mencoba menafsirkan dan membuktikan kebenaran apa yang mereka lihat sehingga menghasilkan apa yang disebut teori. Pada masa selanjutnya teori-teori ini dikodifikasi dan kembangkan oleh orang-orang selanjutnya sampai pada masa tidak bergunanya pikiran manusia (kiamat).

1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian Astronomi, Ketatasuryaan dan Optik?
2.      Bagaimana sejarah Astronomi, Ketatasuryaan dan Optik?
3.      Apa saja Macam-macam astronomi dan optik?
4.      Fenomena apa saja yang pernah terjadi dari astronomi, Ketatasuryaan dan Optik?

1.3  Tujuan dan Manfaat
1.        Untuk mengetahui pengertian Astronomi, Ketatasuryaan dan Optik.
2.        Untuk megetahui Bagaimana sejarah Astronomi, Ketatasuryaan dan Optik.
3.        Untuk mengetahui Macam-macam astronomi dan optik.
4.        Untuk mengetahui Fenomena yang pernah terjadi dari astronomi, Ketatasuryaan dan Optik.




BAB II
ISI
PERKEMBANGAN ILMU ASTRONOMI, KETATASURYAAN
DAN ILMU OPTIK DALAM FISIKA DITINJAU DARI
PERSPEKTIF ISLAM DAN ILMU ALAMIAH MODERN
2.1 Pengertian
1.      Astronomi
Kata astronomi awalnya berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu astron yang berarti bintang dan nomos yang berarti hukum atau budaya. Maka apabila digabungkan astron-nomos adalah hukum atau budaya bintang-bintang. Astronomi adalah ilmu tentang perbintangan, ilmu ini mempelajari asal-usul, evolusi, sifat fisik dan kimiawi benda-benda yang bisa dilihat dari langit dan diluar bumi, juga sistem ketatasuryaan yang berlaku sejak alam semesta ini diciptakan.
2.      Ketatasuryaan
§  Tata surya (bahasa inggris)  adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut matahari dan semua objek yang mengelilinga.
§   Tata surya adalah kumpulan benda-benda angkasa yang terdiri atas matahari, planet, asteroid, komet dan meteor.
§  Tata surya merupakan suatu sistem yang terbentuk dari matahari dan planet-planet yang mengelilinginya.
3.       Optik
Optik adalah cabang fisika yang menggambarkan perilaku dan sifat cahaya dan interaksi cahaya dengan materi. Optika menerangkan dan diwarnai oleh gejala optis. Kata optik berasal dari bahasa latin yang berarti “tampilan”.



2.2 Sejarah
1) Astronomi
Penemuan dan pelajaran sejumlah bintang diakui menjadi suatu sumbangan orang islam yang berharga dan tak dapat dilupakan. Orang Arab Badui sebelum islam telah mengembangkan observasi-observasi perbintangan yang sangat tepat, tidak hanya untuk perjalanan malam hari mereka ke gurun pasir, tapi juga untuk ilmu cuaca dan sebagainya. Observasium telah timbul dimana-mana dibawah khalifah Al-Makmum, lingkaran bumi telah diukur dengan ketepatan hasil yang mengagumkan. Sejumlah buku bernama kitab Al-Anwa, memberi bukti yang cukup tentang keluasan ilmu pengetahuan arab. Kemudian sankskrit, greek, dan karya-karya lain. Karya-karyanya telah dikumpulkan paling dahulu adalah yang berhubungan dengan air surut, air pasang, fajar, senjakala pelangi, lingkaran cahaya di sekeliling matahari atau bulan, diatas semuanya matahari dan bulan pergerakan-pergerakan mereka.
Setelah Islamisasi dilakukan hampir di seluruh jazirah Arab, ada beberapa bukti bahwa orang-orang Islam sudah mulai mempelajari ilmu perbintangan yang diadopsi dari India dan Yunani kuno. Ilmuwan Islam pertama yang mempelajari astronomi secara tuntas adalah Muhammad bin Musa al-Khawarizmi (830 M). Dia telah merevisi dan menyempurnakan Geografi Ptolemeus, terdiri dari daftar 2402 koordinat dari kota-kota dan tempat geografis lainnya mengikuti perkembangan umum.
Buku yang berjudul "Buku Pendekatan Tentang Dunia, dengan Kota-Kota, Gunung, Laut, Semua Pulau dan Sungai" ini memuat tentang bujur dan lintang, termasuk zona cuaca, pengaruh lintang dan bujur terhadap cuaca dan banyak lagi.
Selain itu, Musa al-Khawarizmi juga pernah menulis tentang 37 simbol pada kalkulasi kalender astronomi dan 116 tabel dengan kalenderial, astronomial dan data astrologial yang sampai sekarang masih digunakan oleh seluruh astronomi dunia.Ada juga Abu Rayhan al-Biruni (973 M) dari Khwarazm, Armenia yang pada usia 17 tahun, dia telah mendesain alat observasi perbintangan dan matahari. Nasiruddin at-Tusi juga merupakan ilmuwan Islam yang berhasil memodifikasi model semesta episiklus Ptolomeus dengan prinsip-prinsip mekanika untuk menjaga keseragaman rotasi benda-benda langit.Bahkan seorang Copernicus dan Galileo juga terinspirasi oleh teori Ibn Al-Syatir (Kitab Nihayat al-Su'al fi Tashih al-'Usul) tentang bumi mengelilingi matahari dan peredaran planet serta bulan.Tidak hanya mereka saja, masih banyak tokoh-tokoh Islam yang berjasa dalam perkembangan dunia astronomi, seperti Al-Battani (858-929 M), Al-Sufi (903-986 M), Al-Biruni (973-1050 M), Ibnu Yunus (1009 M), Al-Zarqali (1029-1087 M) dan masih banyak lagi.Tentunya dengan adanya tulisan, naskah, peralatan dan sejenisnya yang terkait dengan dunia perbintangan, dapat dijadikan bukti bahwa tokoh-tokoh Islam tidak kalah dengan bangsa-bangsa di luar Islam yang juga berhasil menjadi penemu sesuatu yang digunakan sampai sekarang ini.
Menurut wikipedia, ilmu astronomi modern makin berkembang setelah pada tahun 1928,  atas jasa Karel Albert Rudolf Bosscha, seorang penguasa perkebunan teh didaerah malabar, memasang beberapa teleskop besar di Lembang Jawa Barat, yang menjadi cikal bakal Observatorium Bosscha, sebagaimana dikenal pada masa kini. Penelitian astronomi yang dilakukan pada masa kolonial diarahkan pada pengamatan bintang ganda visual survei langit dibelahan selatan ekuator bumi karena pada masa tersebut belum banyak observatorium untuk mengamati daerah selatan ekuator. Pada tahun 1959 secara resmi dibuka pendidikan astronomi di Institut Teknologi Bandung.
2) Ketatasuryaan
Sebuah teori dari keingintahuan akan suatu kejadian. Selain itu tidak mudah unutk mempercayai sebuah teori apalagi teori itu lahir ditengah kondisi masyarakat yang mempunyai kepercayaan berbeda. Hal utama yang harus mereka pahami  tentang tata surya adalah bagaimna tata sury itu terbentuk, bagamana objek didalamnya begerak dan berinteraksi serta gaya dan bekerja mengatur semua geraka tersebut. Jauh sebelum masehi telah dilakukan beberapa penelitian tentang tatasurya.
Perkembangan teori pembentukan tata surya dibagi 2 kelompok yakni masa sebelum Newton Dan sesudah Newton.
·         Ptolemy dan Teori Geosentrik
Ptolemy (c 150AD) menyatakan bahwa semua objek bergerak relatif terhadap bumi. Teori ini terpercaya  selama hampir 1400 tahun.  Tetapi teori geosentrik mempunyai kelemahan, yaitu matahari dan bulan bergerak dalam jejak lingkaran mengitari bumi, sementara planet bergerak tidak teratur dalam serangkaian simpul kearah timur. Untuk mengatasi masalah ini, ptolemy mengajukan 2 komponen gerak. Yang pertama, gerak dalam orbit lingkaran yang seragam dengan periode satu tahun pada titik yang disebut deferent. Gerak yang kedua disebut  epycycle, gerak seragam dalam lintasan lingkaran dan berpusat pada deferent.
·         Teori heliosentrik
Nicolus copernicus (1473-15430) merupakan orang pertama yang secara terang-terangan menyatakan bahwa Matahari merupakan pusat Tata Surya, dan Bumi bergerak mengelilingi dalam orbit lingkaran. Unutk masalah orbit, data yang didapat Copernicus memperlihatkan adanya indikasi penyimpangan kecepatan sudut orbit planet-planet. Namun ia mempertahankan bentuk orbit lingkaran dengan menyatakan bahwa orbitnya tidak konsentrik. Teori heliosentrik disampaikan Copernicus dalam publikasinya yang berjudul De Revolutionibus Orbium Coelestium kepada Paus Pope III dan diterima oleh gereja.
            Al-Qur’an berpendapat sama dengan teori heliosentrik sebagaimana firman Allah dalam surat Yasin 38-40.
tyJs)ø9$#ur çm»tRö‘£‰s% tAΗ$oYtB 4Ó®Lym yŠ$tã Èbqã_óãèø9$%x. ÉOƒÏ‰s)ø9$# ÇÌÒÈ Ÿw ß§ôJ¤±9$# ÓÈöt7.^tƒ !$olm; br& x8͑ô‰è? tyJs)ø9$# Ÿwur ã@ø‹©9$# ß,Î/$y™ ͑$pk¨]9$# 4 @@ä.ur ’Îû ;7n=sù šcqßst7ó¡o„ ÇÍÉÈ
39.  Dan Telah kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (Setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua[1267].
40.  Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. dan masing-masing beredar pada garis edarnya.
[1267]  Maksudnya: bulan-bulan itu pada Awal bulan, kecil berbentuk sabit, Kemudian sesudah menempati manzilah-manzilah, dia menjadi purnama, Kemudian pada manzilah terakhir kelihatan seperti tandan kering yang melengkung.
3) Optik
            Lima planet terdekatkeMatahariselain Bumi (Merkurius, Venus, Mars, Yupiter dan Saturnus) telah dikenal sejak zaman dahulu karena mereka semua bisa dilihat dengan mata telanjang. Banyak bangsa di dunia ini memiliki nama sendiri untuk masing-masing planet. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pengamatan pada lima abad lalu membawa manusia untuk memahami benda-benda langit terbebas dari selubung mitologi. Galileo Galilei (1564-1642) dengan teleskop refraktornya mampu menjadikan mata manusia "lebih tajam" dalam mengamati benda langit yang tidak bisa diamati melalui mata telanjang. Karena teleskop Galileo bisa mengamati lebih tajam, ia bisa melihat berbagai perubahan bentuk penampakan Venus, seperti Venus Sabit atau Venus Purnama sebagai akibat perubahan posisi Venus terhadap Matahari. Penalaran Venus mengitari Matahari makin memperkuat teori heliosentris, yaitu bahwa Matahari adalah pusat alam semesta, bukan Bumi, yang sebelumnya digagas oleh Nicolaus Copernicus (1473-1543). Susunan heliosentris adalah Matahari dikelilingi oleh Merkurius hingga Saturnus.
Teleskop Galileo terus disempurnakan oleh ilmuwan lain seperti Christian Huygens (1629-1695) yang menemukan Titan, satelit Saturnus, yang berada hampir 2 kali jarak orbit Bumi-Yupiter. Perkembangan teleskop juga diimbangi pula dengan perkembangan perhitungan gerak benda-benda langit dan hubungan satu dengan yang lain melalui Johannes Kepler (1571-1630) dengan Hukum Kepler. Dan puncaknya, Sir Isaac Newton (1642-1727) dengan hukum gravitasi. Dengan dua teori perhitungan inilah yang memungkinkan pencarian dan perhitungan benda-benda langit selanjutnya.Pada 1781, William Herschel (1738-1822) menemukan Uranus. Perhitungan cermat orbit Uranus menyimpulkan bahwa planet ini ada yang mengganggu. Neptunusditemukan pada Agustus 1846. Penemuan Neptunus ternyata tidak cukup menjelaskan gangguan orbit Uranus. Pluto kemudian ditemukan pada 1930.Pada saat Pluto ditemukan, ia hanya diketahui sebagai satu-satunya objek angkasa yang berada setelah Neptunus. Kemudian pada 1978, Charon, satelit yang mengelilingi Pluto ditemukan, sebelumnya sempat dikira sebagai planet yang sebenarnya karena ukurannya tidak berbeda jauh dengan Pluto.
Para astronom kemudian menemukan sekitar 1.000 objek kecil lainnya yang letaknya melampaui Neptunus (disebut objek trans-Neptunus), yang juga mengelilingi Matahari. Di sana mungkin ada sekitar 100.000 objek serupa yang dikenal sebagai Objek Sabuk Kuiper (Sabuk Kuiper adalah bagian dari objek-objek trans-Neptunus). Belasan benda langit termasuk dalam Objek Sabuk Kuiper di antaranya Quaoar (1.250 km pada Juni 2002), Huya (750 km pada Maret 2000), Sedna(1.800 km pada Maret 2004), Orcus, Vesta, Pallas, Hygiea, Varuna, dan 2003 EL61 (1.500 km pada Mei 2004). Penemuan 2003 EL61 cukup menghebohkan karena Objek Sabuk Kuiper ini diketahui juga memiliki satelit pada Januari 2005 meskipun berukuran lebih kecil dari Pluto. Dan puncaknya adalah penemuan UB 313 (2.700 km pada Oktober 2003) yang diberi nama oleh penemunya Xena. Selain lebih besar dari Pluto, objek ini juga memiliki satelit.
REPUBLIKA.CO.ID, Secara detail, Al-Haitham pun menjelaskan sistem penglihatan mulai dari kinerja syaraf di otak hingga kinerja mata itu sendiri.
Ia juga menjelaskan secara detil bagian dan fungsi mata seperti konjungtiva, iris, kornea, lensa, dan menjelaskan peranan masing-masing terhadap penglihatan manusia.
 Hasil penelitian Al-Haitham itu lalu dikembangkan Ibnu Firnas di Spanyol dengan membuat kacamata. Dalam buku lainnya yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris berjudul “Light dan On Twilight Phenomena”, Al-Haitham membahas mengenai senja dan lingkaran cahaya di sekitar bulan dan matahari serta bayang-bayang dan gerhana. 
Menurut Al-Haitham, cahaya fajar bermula apabila matahari berada di garis 19 derajat ufuk timur. Warna merah pada senja akan hilang apabila matahari berada di garis 19 derajat ufuk barat. Ia pun menghasilkan kedudukan cahaya seperti bias cahaya dan pembalikan cahaya. Al-Haitham juga mencetuskan teori lensa pembesar. Teori itu digunakan para saintis di Italia untuk menghasilkan kaca pembesar pertama di dunia. Pada abad ke-13 M, fisikawan Muslim lainnya yang banyak berkontribusi dalam bidang optik adalah KamaluddinAl-Farisi. Dia mampu menjelaskan fenomena pelangi. Melalui penelitian yang dilakukannya, ia berhasil mengungkapkan bagaimana cahaya matahari direfraksi melalui hujan serta terbentuknya pelangi primer dan sekunder. Itulah peran sarjana Muslim di era kekhalifahan dalam bidang optik.
2.3  Macam-Macam Astronomi Dan Optik
1.      Astronomi
A.    Astronomi observasional
*      Astronomi radio
*      Astronomi inframerah
*      Astronomi optikal
*      Astronomi ultraungu
*      Astronomi sinar-X
*      Astronomi sinar-gamma
A.    Astronomi Teoretis
*      Astronomi surya
*      Ilmu keplanetan
*      Astronomi bintang
*      Astronomi galaksi
*      Astronomi ekstragalaksi
*      Kosmologi
2.      Optik
*      Klasik
*      Modern
2.3Fenomena yang terjadi
A.    Astronomi
1.      Tanggal 3 Agustus 2013 - Bulan Berada Pada Titik Terjauh (Apogee)
2. Tanggal 6 Agustus 2013 - Bulan Baru
3. Tanggal 12 Agustus 2013 - Merkurius di Aphelion
4. Tanggal 12-13 Agustus 2013 - Puncak Hujan Meteor Perseids
5. Tanggal 19 Agustus 2013-Bulan berada pada titik terdekat (perigee)
6. Tanggal 21 Agustus 2013-Bulan penuh
7. Tanggal 27 Agustus 2013- Neptunus di oposition
B.     Tatasurya
1.Iron rain (Hujan Besi)
2. Dust Buster (Pelebur Debu)
3. Close Encounter (Tabrakan Badai Terbesar)
4. Freeze Frame(rangka es)
5. Windy World (Dunia Angin)
6. Planet Popsicle (planet es)
7. Scarlet Rain (Hujan Merah)
8. Methane Moon (Bulan Metana)
9. Hot Crush (Panas Penghancur)
10. Serious Lightining (Petir Terparah)
C.    OPTIK
1.      Aurora
2.      Crepuscular Ray dan Anticrepuscular Ray
3.      Sun dog dan Moon dog
4.      Pelangi
5.      Halo














BAB III
PEMBAHASAN
PERKEMBANGAN ILMU ASTRONOMI, KETATASURYAAN
DAN ILMU OPTIK DALAM FISIKA DITINJAU DARI
PERSPEKTIF ISLAM DAN ILMU ALAMIAH MODERN

3.1  Hipotesis tata surya
1.      Hipotesis Nebula
Hipotesis nebula pertama kali dikemukakan oleh Emanuel Swedenborg  (1688-1772) tahun 1734 dan disempurnakan oleh Immanuel Kant (1724-1804) tahun 1775. Hipotesis serupa juga dikembangkan oleh Pierre Marquis de Laplace secara independen pada tahun 1796. Hipotesis ini, yang lebih dikenal dengan Hipotesis Nebula  Kant-Laplace, menyebutkan bahwa pada tahap awa, tata surya masih berupa kabut raksasa. Kabut ini terbentuk dari debu, es, dan gas yang disebut dengan nebula, serta unsur gas yang sebagian besar hidrogen. Gaya gravitasi yang dimilikinya menyebabkan kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu suhu kabut memanas, dan akhirnya menjadi bintang raksasa (matahari). Matahari terus menyusut dan berputar semakin cepat. Cincin gas dan es terlontar ke sekeliling matahari. Akibat gara gravitasi, gas-gas tersebut memadat seiring dengan penurunan suhunya dan membentuk planet dalam dan plant luar. Laplace berpendapat bahwa orbit berbentuk hampir melingkar dari planet-planet merupakan konsekuensi dari pembentukannya.
2.      Hipotesis platesimal
Hipotesis planetisimal dikemukakan pertama kali oleh Thomas C, Chambarin dan Forest R. Moulton pada tahun 1900. Teori ini menyatakan bahwa matahari yang kita lihat sekarang memang sudah ada sebagai salah satu dari bintang-bintang yang banyak. Pada suatu masa ada sebuah bintang lain yang berpapasan dengan matahari tersebut pada jarak yang tidak terlalu jauh. Sebagai akibatnya maka terjadilah pasang naik pada permukaan matahari maupun pada permukaan bintang tersebut. Akibat selanjutnya maka sebagian dari massa matahari tersebut ada yang tertarik ke arah bintang.Pada waktu bintang itu menjauh, menurut Moulton dan Chamberlin, sebagian dari massa matahari tersebut jatuh kembali ke permukaan matahari dan sebagian lagi terhambur ke ruang angkasa. Bagian yang terhambur ke ruang angkasa inilah yang dinamakan planetisimal yang kemudian menjadi planet-planet dan satelitnya kemudian beredar pada orbitnya.
3.      Hipotesis pasang surut bintang
Hipotesis pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh James Jeans pada tahun 1917.  Teori Pasang-Surut yang hampir sama dengan teori Planetisimal. Jeans dan Jeffreys mengemukakan bahwa setelah bintang itu menjauh maka massa matahari yang lepas itu membentuk bentukan cerutu  yang menjolok ke arah bintang. Kemudian sebagai akibat bintang yang semakin menjauh maka masa cerutu itu terputus-putus dan membentuk gumpalan gas di sekitar matahari. Gumpalan-gumpalan gas itulah yang kemudian menjadi planet-planet dan satelitnya yang kemudian beredar pada orbitnya.
4.      Teori Awan Debu  atau Proto Planet (von Weizsaecker)
Teori ini menyatakan bahwa tata surya itu terbentuk  dari gumpalan awan gas dan debu. Sampai sekarang ini di alam semesta masih bertebaran gumpalan awan seperti itu. Kurang lebih 5.000 juta tahun yang lalu, salah satu gumpalan awan itu mengalami pemampatan. Pada proses pemampatan itu partikel-partikel debu tertarik ke bagian pusat awan itu kemudian membentuk gumpalan bola dan mulai berpilin. Lama-kelamaan gumpalan gas itu memipih sehingga menyerupai bentuk cakram yang tebal dibagian tengah dan lebih tipis di bagian tepinya.Bagian tengah cakram ini berpilin lebih lambat daripada bagian tepinya. Parttikel-partikel dibagian tengah ini saling menekan sehingga menimbulkan panas dan menjadi pijar. Bagian inilah yang kemudian menjadi matahari.Bagian paling luar berputar sangat cepat sehingga terpecah-pecah menjadi banyak gumpalan gas dan debu yang lebih kecil. Gumpalan-gumpalan ini berpilin juga seperti gumpalan bola semula. Gumpalan-gumpalan ini kemudian menjadi dingin lalu membeku. Gumpalan-gumpalan yang membeku inilah yang kemudian menjadi planet-planet dan satelitnya dan beredar pada garis edarnya.
5.      Hipotesis bintang kembar
Hipotesis ini dikemukakan oleh Fred Hoyle (1915-2001) pada tahun 1956. Hipotesis ini mengemukakan bahwa dahulu tata surya kita berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan letaknya pun berdekatan, kemudian salah satunya meledak menjadi serpihan-serpihan kecil. Serpihan itu terperangkap oleh gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai mengelilininginya.
3.2  Macam – Macam Astronomi Dan Optik
1.      Macam-macam Astronomi
Pada abad ke-20, astronomi profesional terbagi menjadi dua cabang: astronomi observasional dan astronomi teoretis. Astronomi observational melibatkan pengumpulan data dari pengamatan atas benda-benda langit, yang kemudian akan dianalisis menggunakan prinsip-prinsip dasar fisika. Sedangkan Astronomi teoritis terpusat pada upaya pengembangan model-model komputer/analitis guna menjelaskan sifat-sifat benda-benda langit serta fenomena-fenomena alam lainnya. Adapun kedua cabang ini bersifat komplementer, astronomi teoretis berusaha untuk menerangkan hasil-hasil pengamatan astronomi observasional, dan astronomi observasional kemudian akan mencoba untuk membuktikan kesimpulan yang dibuat oleh astronomi teoretis.
Kedua cabang ilmu astronomi tersebut mempunyai satu tujuan yakni untuk berusaha menerangkan hasil-hasil pengamatan kemudian akan mencoba untuk membuktikan kesimpulan yang berperan penting dalam banyak penemuan-penemuan astronomi. Astronomi harus dibedakan dari astrologi, yang merupakan kepercayaan bahwa nasib dan urusan manusia berhubungan dengan letak benda-benda langit seperti bintang atau rasinya. Memang betul bahwa dua bidang ini memiliki asal-usul yang sama, namun pada saat ini keduanya sangat berbeda.
A.   Astronomi observasional     
1)      Astronomi radio
Astronomi observasional jenis ini mengamati radiasi dengan panjang gelombang yang lebih dari satu milimeter (perkiraan). Astronomi observasional tipe radio mengamati gelombang-gelombang yang bisa diperlakukan selayaknya gelombang, bukan foton-foton yang diskrit. Dengan demikian pengukuran fase dan amplitudonya relatif lebih gampang apabila dibandingkan dengan gelombang yang lebih pendek. Beberapa contoh benda-benda yang bisa diamati oleh astronomi radio: supernova, gas antarbintang, pulsar, dan inti galaksi aktif (AGN - active galactive nucleus).
2)      Astronomi inframerah
Astronomi inframerah melibatkan pendeteksian beserta analisis atas radiasi inframerah (radiasi di mana panjang gelombangnya melebihi cahaya merah). Sebagian besar radiasi jenis ini diserap oleh atmosfer Bumi, kecuali yang panjang gelombangnya tidak berbeda terlampau jauh dengan cahaya merah yang tampak. Oleh sebab itu, observatorium yang hendak mengamati radiasi inframerah harus dibangun di tempat-tempat yang tinggi dan tidak lembap, atau malah di ruang angkasa.
Apabila radiasinya memiliki gelombang yang cenderung lebih panjang, ia dapat pula membantu para astronom mengamati bintang-bintang muda pada awan-awan molekul dan inti-inti galaksi — sebab radiasi seperti itu mampu menembus debu-debu yang menutupi dan mengaburkan pengamatan astronomis. Astronomi inframerah juga bisa dimanfaatkan untuk mempelajari struktur kimia benda-benda angkasa, karena beberapa molekul memiliki pancaran yang kuat pada panjang gelombang ini. Salah satu kegunaannya yaitu mendeteksi keberadaan air pada komet-komet.
3)      Astronomi optikal
Dikenal juga sebagai astronomi cahaya tampak, astronomi optikal mengamati radiasi elektromagnetik yang tampak oleh mata telanjang manusia. Oleh sebab itu, ini merupakan cabang yang paling tua, karena tidak memerlukan peralatan. Mulai dari penghujung abad ke-19 sampai kira-kira seabad setelahnya, citra-citra astronomi optikal memakai teknik fotografis, namun sebelum itu mereka harus digambar menggunakan tangan. Dewasa ini detektor-detektor digitallah yang dipergunakan, terutama yang memakai CCD (charge-coupled devices, peranti tergandeng-muatan).
4)      Astronomi ultraungu
Ultraungu yaitu radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang lebih kurang 100 sampai 3.200 Å (10-320 nm).Cahaya dengan panjang seperti ini diserap oleh atmosfer Bumi, sehingga untuk mengamatinya harus dilakukan dari lapisan atmosfer bagian atas, atau dari luar atmosfer (ruang angkasa). Astronomi jenis ini cocok untuk mempelajari radiasi termal dan garis-garis spektrum pancaran dari bintang-bintang biru yang bersuhu sangat tinggi (klasifikasi OB), sebab bintang-bintang seperti itu sangat cemerlang radiasi ultraungunya — penelitian seperti ini sering dilakukan dan mencakup bintang-bintang yang berada di galaksi-galaksi lain. Selain bintang-bintang OB, benda-benda langit yang kerap diamati melalui astronomi cabang ini antara lain nebula-nebula planet, sisa-sisa supernova, atau inti-inti galaksi aktif. Diperlukan penyetelan yang berbeda untuk keperluan seperti demikian sebab cahayanya mudah tertelan oleh debu-debu antarbintang.
5)      Astronomi sinar-X
Benda-benda bisa memancarkan cahaya berpanjang gelombang sinar-X melalui pancaran sinkrotron (berasal dari elektron-elektron yang berkisar di sekeliling medan magnet) atau melalui pancaran termal gas pekat dan gas encer pada 107 K. Sinar-X juga diserap oleh atmosfer, sehingga pengamatan harus dilakukan dari atas balon, roket, atau satelit penelitian. Sumber-sumber sinar-X antara lain bintang biner sinar-X (X-ray binary), pulsar, sisa-sisa supernova, galaksi elips, gugusan galaksi, serta inti galaksi aktif.
6)      Astronomi sinar-gamma
Astronomi sinar-gamma mempelajari benda-benda astronomi pada panjang gelombang paling pendek (sinar-gamma). Sinar-gamma bisa diamati secara langsung melalui satelit-satelit seperti Observatorium Sinar-Gamma Compton (CGRO), atau dengan jenis teleskop khusus yang disebut teleskop Cherenkov (IACT).
B.   Astronomi Teoretis
Terdapat banyak jenis-jenis metode dan peralatan yang bisa dimanfaatkan oleh seorang astronom teoretis, antara lain model-model analitik (misalnya politrop untuk memperkirakan perilaku sebuah bintang) dan simulasi-simulasi numerik komputasional; masing-masing dengan keunggulannya sendiri. Para teoris berupaya untuk membuat model-model teoretis dan menyimpulkan akibat-akibat yang dapat diamati dari model-model tersebut. Ini akan membantu para pengamat untuk mengetahui data apa yang harus dicari untuk membantah suatu model, atau memutuskan mana yang benar dari model-model alternatif yang bertentangan. Para teoris juga akan mencoba menyusun model baru atau memperbaiki model yang sudah ada apabila ada data-data baru yang masuk. Apabila terjadi pertentangan/inkonsistensi, kecenderungannya adalah untuk membuat modifikasi minimal pada model yang bersangkutan untuk mengakomodir data yang sudah didapat. Kalau pertentangannya terlalu banyak, modelnya bisa dibuang dan tidak digunakan lagi.
Topik-topik yang dipelajari oleh astronom-astronom teoretis antara lain: dinamika dan evolusi bintang-bintang; formasi galaksi; struktur skala besar materi di alam semesta; asal-usul sinar kosmik; relativitas umum; dan kosmologi fisik (termasuk kosmologi dawai dan fisika astropartikel). Relativitas astrofisika dipakai untuk mengukur ciri-ciri struktur skala besar, di mana ada peran yang besar dari gaya gravitasi; juga sebagai dasar dari fisika lubang hitam dan penelitian gelombang gravitasional.
Beberapa model/teori yang sudah diterima dan dipelajari luas yaitu teori Dentuman Besar, inflasi kosmik, materi gelap, dan teori-teori fisika fundamental. Kelompok model dan teori ini sudah diintegrasikan dalam model Lambda-CDM.
1)    Astronomi surya
Matahari adalah bintang yang terdekat dari Bumi pada sekitar 8 menit cahaya, dan yang paling sering diteliti; ia merupakan bintang katai pada deret utama dengan klasifikasi G2 V dan usia sekitar 4,6 milyar tahun. Walau tidak sampai tingkat bintang variabel, Matahari mengalami sedikit perubahan cahaya melalui aktivitas yang dikenal sebagai siklus bintik Matahari. Bintik Matahari ialah daerah dengan suhu yang lebih rendah dan aktivitas magnetis yang hebat. Terdapat angin surya berupa partikel-partikel plasma yang bertiup keluar dari Matahari secara terus-menerus sampai mencapai titik heliopause. Angin ini bertemu dengan magnetosfer Bumi dan membentuk sabuk-sabuk radiasi Van Allen dan — di mana garis-garis medan magnet Bumi turun menujur atmosfer — menghasilkan aurora.
2)    Ilmu keplanetan
Cabang astronomi ini meneliti susunan planet, bulan, planet katai, komet, asteroid, serta benda-benda langit lain yang mengelilingi bintang, terutama Matahari, walau ilmu ini meliputi juga planet-planet luar surya. Tata Surya kita sendiri sudah dipelajari secara mendalam. pertama-tama melalui teleskop dan kemudian menggunakan wahana-wahana antariksa, sehingga pemahaman sekarang mengenai formasi dan evolusi sistem keplanetan ini sudah sangat baik, walaupun masih ada penemuan-penemuan baru. Tata Surya dibagi menjadi beberapa kelompok: planet-planet bagian dalam, sabuk asteroid, dan planet-planet bagian luar. Planet-planet bagian dalam adalah planet-planet bersifat kebumian yaitu Merkurius, Venus, Bumi dan Mars. Planet-planet bagian luar adalah raksasa-raksasa gas Tata Surya yaitu Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Apabila kita pergi lebih jauh lagi, maka akan ditemukan benda-benda trans-Neptunus: pertama sabuk Kuiper dan akhirnya awan Oort yang bisa membentang sampai satu tahun cahaya.
3)    Astronomi bintang
Bintang terbentuk pada awan-awan molekul raksasa, yaitu daerah-daerah yang padat akan debu dan gas. Ketika kehilangan kestabilannya, serpihan-serpihan dari awan-awan ini bisa runtuh di bawah gaya gravitasi dan membentuk protobintang. Apabila bagian intinya mencapai kepadatan dan suhu tertentu, fusi nuklir akan dipicu dan akan terbentuklah sebuah bintang deret utama. Nyaris semua unsur yang lebih berat dari hidrogen dan helium merupakan hasil dari proses yang terjadi di dalam inti bintang-bintang.
Ciri-ciri yang akan dimiliki oleh suatu bintang secara garis besar ditentukan oleh massa awalnya: semakin besar massanya, maka semakin tinggi pula luminositasnya, dan semakin cepat pula ia akan menghabiskan bahan bakar hidrogen pada inti. Lambat laun, bahan bakar hidrogen ini akan diubah menjadi helium, dan bintang yang bersangkutan akan mulai berevolusi. Untuk melakukan fusi helium, diperlukan suhu inti yang lebih tinggi, oleh sebab itu intinya akan semakin padat dan ukuran bintang pun berlipat ganda — bintang ini telah menjadi sebuah raksasa merah. Fase raksasa merah ini relatif singkat, sampai bahan bakar heliumnya juga sudah habis terpakai. Kalau bintang tersebut memiliki massa yang sangat besar, maka akan dimulai fase-fase evolusi di mana ia semakin mengecil secara bertahap, sebab terpaksa melakukan fusi nuklir terhadap unsur-unsur yang lebih berat.
4)    Astronomi galaksi
Tata Surya kita beredar di dalam Bima Sakti, sebuah galaksi spiral berpalang di Grup Lokal. Ia merupakan salah satu yang paling menonjol di kumpulan galaksi tersebut. Bima Sakti merotasi materi-materi gas, debu, bintang, dan benda-benda lain, semuanya berkumpul akibat tarikan gaya gravitasi bersama. Bumi sendiri terletak pada sebuah lengan galaksi berdebu yang ada di bagian luar, sehingga banyak daerah-daerah Bima Sakti yang tidak terlihat.
Pada pusat galaksi ialah bagian inti, semacam tonjolan berbentuk seperti batang; diyakini bahwa terdapat sebuah lubang hitam supermasif di bagian pusat ini. Bagian ini dikelilingi oleh empat lengan utama yang melingkar dari tengah menuju arah luar, dan isinya kaya akan fenomena-fenomena pembentukan bintang, sehingga memuat banyak bintang-bintang muda (metalisitas populasi I). Cakram ini lalu diliputi oleh cincin galaksi yang berisi bintang-bintang yang lebih tua (metalisitas populasi II) dan juga gugusan-gugusan bintang berbentuk bola (globular), yaitu semacam kumpulan-kumpulan bintang yang relatif lebih padat.
5)    Astronomi ekstragalaksi
Astronomi Ekstragalaksi merupkan penelitian benda-benda yang berada di luar galaksi kita merupakan cabang yang mempelajari formasi dan evolusi galaksi-galaksi, morfologi dan klasifikasi mereka, serta pengamatan atas galaksi-galaksi aktif beserta grup-grup dan gugusan-gugusan galaksi. Kebanyakan galaksi akan membentuk wujud-wujud tertentu, sehingga pengklasifikasiannya bisa disusun berdasarkan wujud-wujud tersebut. Biasanya, mereka dibagi-bagi menjadi galaksi-galaksi spiral, elips, dan tak beraturan.
Sebuah galaksi dikatakan aktif apabila memancarkan jumlah energi yang signifikan dari sumber selain bintang-bintang, debu, atau gas; juga, apabila sumber tenaganya berasal dari daerah padat di sekitar inti kemungkinan sebuah lubang hitam supermasif yang memancarkan radiasi benda-benda yang ia telan. Apabila sebuah galaksi aktif memiliki radiasi spektrum radio yang sangat terang serta memancarkan jalaran gas dalam jumlah besar, maka galaksi tersebut tergolong galaksi radio. Contoh galaksi seperti ini adalah galaksi-galaksi Seyfert, kuasar, dan blazar. Kuasar sekarang diyakini sebagai benda yang paling dapat dipastikan sangat cemerlang; tidak pernah ditemukan spesimen yang redup.
Struktur skala besar dari alam semesta sekarang digambarkan sebagai kumpulan dari grup-grup dan gugusan-gugusan galaksi. Struktur ini diklasifikasi lagi dalam sebuah hierarki pengelompokan; yang terbesar adalah maha-gugusan (supercluster). Kemudian kelompok-kelompok ini disusun menjadi filamen-filamen dan dinding-dinding galaksi, dengan kehampaan di antara mereka.
6)    Kosmologi
Kosmologi, berasal dari bahasa Yunani kosmos (κόσμος, "dunia") dan akhiran -logia dari logos (λόγος, "pembelajaran") dapat dipahami sebagai upaya meneliti alam semesta secara keseluruhan. Pengamatan atas struktur skala besar alam semesta, yaitu cabang yang dikenal sebagai kosmologi fisik, telah menyumbangkan pemahaman yang mendalam tentang formasi dan evolusi jagat raya. Salah satu teori yang paling penting (dan sudah diterima luas) adalah teori Dentuman Besar, yang menyatakan bahwa dunia bermula pada satu titik dan mengembang selama 13,7 milyar tahun sampai ke masa sekarang. Gagasan ini bisa dilacak kembali pada penemuan radiasi latar belakang gelombang mikro kosmis pada tahun 1965.
2.Macam-macam Optik
Optika adalah cabang fisika yang menggambarkan perilaku dan sifat cahaya dan interaksi cahaya dengan materi. Optika menerangkan dan diwarnai oleh gejala optis. Kata optik berasal dari bahasa Latin ὀπτική, yang berarti tampilan. Bidang optika biasanya menggambarkan sifat cahaya tampak, inframerah dan ultraviolet; tetapi karena cahaya adalah gelombang elektromagnetik, gejala yang sama juga terjadi di sinar-X, gelombang mikro, gelombang radio, dan bentuk lain dari radiasi elektromagnetikdan juga gejala serupa seperti pada sorotan partikel muatan (charged beam). Optik secara umum dapat dianggap sebagai bagian darikeelektromagnetan. Beberapa gejala optis bergantung pada sifat kuantum cahaya yang terkait dengan beberapa bidang optika hinggamekanika kuantum. Dalam prakteknya, kebanyakan dari gejala optis dapat dihitung dengan menggunakan sifat elektromagnetik daricahaya, seperti yang dijelaskan oleh persamaan Maxwell. Bidang optika memiliki identitas, masyarakat, dan konferensinya sendiri. Aspek keilmuannya sering disebut ilmu optik atau fisika optik. Ilmu optik terapan sering disebut rekayasa optik. Aplikasi dari rekayasa optik yang terkait khusus dengan sistem iluminasi (iluminasi) disebut rekayasa pencahayaan. Setiap disiplin cenderung sedikit berbeda dalam aplikasi, keterampilan teknis, fokus, dan afiliasi profesionalnya.
Inovasi lebih baru dalam rekayasa optik sering dikategorikan  sebagai fotonika atau optoelektronika. Batas-batas antara bidang ini dan "optik" sering tidak jelas, dan istilah yang digunakan berbeda di berbagai belahan dunia dan dalam berbagai bidang industri. Karena aplikasi yang luas dari ilmu "cahaya" untuk aplikasi dunia nyata, bidang ilmu optika dan rekayasa optik cenderung sangat lintas disiplin. Ilmu optika merupakan bagian dari berbagai disiplin terkait termasuk elektro, fisika, psikologi, kedokteran (khususnya optalmologidan optometri), dan lain-lain. Selain itu, penjelasan yang paling lengkap tentang perilaku optis, seperti dijelaskan dalam fisika, tidak selalu rumit untuk kebanyakan masalah, jadi model sederhana dapat digunakan. Model sederhana ini cukup untuk menjelaskan sebagian gejala optis serta mengabaikan perilaku yang tidak relevan dan / atau tidak terdeteksi pada suatu sistem. Di ruang bebas suatu gelombang berjalan pada kecepatan c = 3×108 meter/detik.
Ketika memasuki medium tertentu (dielectric ataunonconducting)  gelombang berjalan dengan suatu kecepatan v, yang mana adalah karakteristik dari bahan dan kurang dari besarnyakecepatan cahaya itu sendiri (c). Perbandingan kecepatan cahaya di dalam ruang hampa dengan kecepatan cahaya di medium adalahindeks bias n bahan sebagai berikut : n = cv
A.    Optik Klasik
Sebelum optika kuantum menjadi penting, asarnya terdiri dari aplikasi elektromagnetik klasik dan pendekatan frekuensi tinggi untuk cahaya. Optik klasik terbagi menjadi dua cabang utama:optika geometris dan optika fisis.
Optika geometris, atau optika sinar, menjelaskan propagasi cahaya dalam bentuk "sinar". Sinar dibelokkan di antarmuka antara dua medium yang berbeda, dan dapat berbentuk kurva di dalammedium yang mana indeks-refraksinya merupakan fungsi dari posisi. "Sinar" dalam optik geometris merupakan objek abstrak, atau "instrumen", yang sejajar dengan muka gelombang darigelombang optis sebenarnya. Optik geometris menyediakan aturan untuk penyebaran sinar ini melalui sistem optis, yang menunjukkan bagaimana sebenarnya muka gelombang akan menyebar. Ini adalah penyederhanaan optik yang signifikan, dan gagal untuk memperhitungkan banyak efek optis penting seperti difraksi dan polarisasi. Namun hal ini merupakan pendekatan yang baik, jika panjang gelombang cahaya tersebut sangat kecil dibandingkan dengan ukuran struktur yang berinteraksi dengannya. Optik geometris dapat digunakan untuk menjelaskan aspek geometris dari penggambaran cahaya (imaging), termasuk aberasi optis.
Optika geometris sering disederhanakan lebih lanjut oleh pendekatan paraksial, atau "pendekatan sudut kecil." Perilaku matematika yang kemudian menjadi linear, memungkinkan komponen dan sistem optis dijelaskan dalam bentuk matrik sederhana. Ini mengarah kepada teknik optik Gauss dan penelusuran sinar paraksial, yang digunakan untui order pertama dari sistem optis, misalnya memperkirakan posisi dan magnifikasi dari gambar dan objek. Propagasi sorotan Gauss merupakan perluasan dari optik paraksial yang menyediakan model lebih akurat dari radiasi koheren seperti sorotan laser. Walaupun masih menggunakan pendekatan paraksial, teknik ini memperhitungkan difraksi, dan memungkinkan perhitungan pembesaran sinar laser yang sebanding dengan jarak, serta ukuran minimum sorotan yang dapat terfokus. Propagasi sorotan Gauss menjembatani kesenjangan antara optik geometris dan fisik.
Optika fisis atau optika gelombang membentuk prinsip Huygens dan memodelkan propagasi dari muka gelombang kompleks melalui sistem optis, termasuk amplitudo dan fase dari gelombang. Teknik ini, yang biasanya diterapkan secara numerik pada komputer, dapat menghitung efek difraksi, interferensi, polarisasi, serta efek kompleks lain. Akan tetapi pada umumnya aproksimasi masih digunakan, sehingga tidak secara lengkap memodelkan teori gelombang elektromagnetik dari propagasi cahaya. Model lengkap tersebut jauh lebih menuntut komputasi, akan tetapi dapat digunakan untuk memecahkan permasalahan kecil yang memerlukan pemecahan lebih akurat

Topik yang berkaitan dengan optik klasik

·         Bilangan Abbe
·         Aberasi
·         Cahaya
·         Difraksi
·         Difraksi kisi-kisi
·         Dispersi
·         Distorsi
·         Hukum Snellius
·         Koherensi
·         Persamaan Fresnel
·         Prinsip Fermat
·         Prinsip Huygens
·         Optik Fourier
·         Optik geometris dari:
·         Lensa
·         Cermin
·         Instrumen optis
·         Prisma
·         Optik indeks gradasi
·         Sejarah optik
·         Interferometri
·         Desain lensa optis
·         Resolusi optis
·         Fotografi (ilmu)
·         Polarisasi
·         Sinar
·         Penelusuran sinar
·         Pemantulan
·         Pembiasan
·         Penyebaran
·         Spektrum
·         Gelombang
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8b/Light_dispersion_conceptual.gif/220px-Light_dispersion_conceptual.gif
http://bits.wikimedia.org/static-1.22wmf16/skins/common/images/magnify-clip.png
Animasi konsep dispersi cahaya padaprisma.

B.      Optik Modern
Optika modern meliputi bidang ilmu dan rekayasa optik yang menjadi terkenal pada abad ke 20. Bidang-bidang ilmu optik ini biasanya berhubungan dengan elektromagnetik atau sifat kuantum dari cahaya tetapi tidak termasuk topik lain.

Topik yang berkaitan dengan optik modern

·         Optik adaptif
·         Dikroisme lingkar
·         Optik kristal
·         Optik difraksi
·         Optik serat
·         Panduan gelombang
·         Holografi
·         Optik terpadu
·         Kalkulus Jones
·         Laser
·         Suar lensa
·         Lensa mikro
·         Optik non-imaging
·         Optik taklinear
·         Pengenalan citra optis
·         Prosesor optis
·         Pusaran optis
·         Fotometri
·         Fotonika
·         Optik kuantum
·         Radiometri
·         Optik statistik
·         Optik lapisan tipis
·         Optik sinar-X

3.3  Fenomena Yang Terjadi
1.      Astronomi
*      Tanggal 3 Agustus 2013 - Bulan Berada Pada Titik Terjauh (Apogee)

Bulan mencapai titk terjauhnya dari Bumi pada jarak 405.834 km dari Bumi.
 
http://astronesia.blogspot.com/

2.      Tanggal 6 Agustus 2013 - Bulan Baru

http://astronesia.blogspot.com/

Bulan akan berada di antara Bumi dan Matahari, dan tidak akan terlihat dari Bumi. Fase ini berlangsung pada jam 21:15.

3.      Tanggal 12 Agustus 2013 - Merkurius di Aphelion
http://astronesia.blogspot.com/
 












Merkurius mencapai titik terjauhnya dari Matahari pada pukul 03:00.
http://astronesia.blogspot.com/
4. Tanggal 12-13 Agustus 2013 - Puncak Hujan Meteor Perseids 








Perseids adalah salah satu hujan meteor terbaik yang menghasilkan hingga 60 meteor per jam. Meteor ini seakan-akan terpancar dari konstelasi Perseus.Hujan meteor ini dihasilkan oleh pecahan Komet Swift-Tuttle.Laporan terbaru dari NASA bahwa hujan meteor Perseids merupakan hujan meteor yang banyak memancarkan bola api.Untuk melihat fenomena ini,usahakan mencari tempat yang jauh dari lampu perkotaan dan melihat kearah timur laut setelah tengah malam.
5. Tanggal 19 Agustus  2013 - Bulan Berada Pada Titik Terdekat (Perigee)
http://astronesia.blogspot.com/

Bulan mencapai perigee, titik terdekat dengan Bumi: 362.265 km from Earth. dari Bumi.
http://astronesia.blogspot.com/6. Tanggal 21 Agustus 2013 - Bulan Penuh






Bumi berada di antara Matahari dan Bulan sehingga Bulan akan sepenuhnya terang seperti yang terlihat dari Bumi.

 
 


7. Tanggal 27 Agustus 2013 - Neptunus Di Opositionhttp://astronesia.blogspot.com/

Planet ini akan berada pada posisi terdekatnya dengan Bumi dan akan sepenuhnya diterangi oleh Matahari.In
ilah saat yang tepat untuk mengamati Neptunus karena jaraknya yang dekat dan muncul sebagai titik biru kecil.
2.      Tata Surya
*     10 Fenomena Paling Ekstrim di Tata Surya
Selama beberapa dekade, astronom telah menggunakan teleskop untuk menguraikan kondisi atmosfer di planet yang jauh. Dan menyimpulkan fakta bahwa kita bersyukur telah tinggal di bumi ini. Inilah Fenomena-Fenomena Paling Ekstrim di Tata Surya Kita.
*      Serious Lightining (Petir Terparah)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMzworpNf02N6ftrx30nfn7Rl5X__c2pFbSplYcP6fn28G9_msCf1Q7aDGuAH4YvaQPBRLveKOqMAMDfvV_09UbTCQj3J0jUWF5vziy_Zm-nBbAl7ZT4venPXLMUV4ghAJjkMCSgkIrUeD/s400/1.jpg









Pesawat ruang angkasa NASA Cassini telah melihat sebuah badai listrik di Saturnus yang lebih besar daripada badai listrik daratan Amerika Serikat , dengan kilatan petir yang 1.000 kali lebih kuat daripada di Bumi. Badai petir yang membentang 2.175 mil (3.500 kilometer) dari utara ke selatan dan memancarkan suara radio yang sama dengan yang dihasilkan di bumi.
*      Hot Crush (Panas Penghancur)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiB0HGf5jZ1WXlIA50ICgzw-HVuzaXvjVJWFUGJpuoJ4ZUC0nRQtXzSsNS0ubn1JQDqnGlAVuWy_aDLqkcpr2uGOehRQHYbW1GxsVc11K796Nl9GYRNz7Wyn1iw-AfuHu1Tgpgy8Gi8QDoF/s400/2.jpg
Sesuai namanya,. venus merupakan tempat terpanas di tata surya kita. dengan suhu sekitar 750 Kelvin dan memiliki tekanan 90 kali di bumi ini akan membuat setiap pengunjung akan hancur (crush).
Ilmuwan menyebutkan bahwa hal ini terjadi karena adanya efek rumah kaca yang berlebihan dari awan sulfat yang menutupi langit-langit venus. Maka jadilah efek rumah kaca yang besar dan menyebabkan hal ini.
*      Methane Moon (Bulan Metana)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhrapSOgBchv6DAz1TQRpLq6vjViGGq5LgjvL7wJWCjW_-8UbRGDt-Ydl1mBCG-hloPHTt7UPjQ5dE-34JZJ9H4Kx1VvqlpazPzxcNAdylAJ5JJk3-Xkf0L05nw2V8YRVQvGJg7vohQiUK/s400/3.jpg
 











Pesawat ruang angkasa Cassini Huygens menemukan bukti kuat diantara hujan deras metana cair yang terjadi di bulan nya saturnus “Titan”. Dan mungkin “air” yang ada di bulan adalah metana juga karena pada suhu dingin Titan (94 derajat Kelvin) air pun akan dikurung seperti es.
*      Scarlet Rain (Hujan Merah)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEin0QKIP_0Pk7-iJddOuMsn200GTR_QT6QPwru-BY7Z2RwlMHju59_HmcAui_SkY_GxlREfFZuWtkq_Sz5_XrLyfhR5lMqQDGGZ_asyW73r8cxTlOqIexhmyCCmVKjAo4uwqEzfl6krjA09/s400/4.jpg

Pada musim panas 2001, setidaknya 50 ton partikel merah jatuh di Kerala, India dan terus berlangsung selama hampir dua bulan bersama hujan. Ternyata benda merah berkarat ini termasuk partikel dari badai debu dan sel-sel biologis yang berasal dari luar angkasa (bakteri sejenis itu mksdnya).
Dalam edisi bulan April jurnal Astrophysics and Space Science, ilmuwan dari Mahatma Gandhi University melaporkan bahwa partikel memiliki penampilan sel-sel biologis, dapat bereproduksi di suhu mendesis, dan tidak memiliki kesamaan dengan partikel debu.
*      Planet Popsicle (planet es)
Pluto yang sekarang tidak di anggap planet ke 9 dalam tata surya ini memiliki fakta bahwa sinar matahari yang di dapat pluto di bandingkan bumi adalah sekitar 1:1000 tahun dan menyebabkan planet ini terdiri dari es beku yang terdiri dari nitrogen, metana dan karbon dioksida dengan suhu berkisar antara minus 387 hingga minus 369 Fahrenheit (40-50 derajat Kelvin).

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDSe8oJcGb4cr9_96D2aMCpHMtOwvwe-crujuz-XiLZJwqv6rsAHOf7yHSCdI00rCeSkBVlUza10i9DlzeeLoeRBJaWcnBFyhFPtUYHfm-0ZoISJpzxSSIgl1buvf31In2EcW_piXhIExy/s400/5.jpg
*      Windy World (Dunia Angin)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguq_htRp21GytKFmbXuwVhePwhewCMdzTUIVa4T0mriZvfvwEFdaoW3sGdYZ2QpX8N0jhKscyLBbvHEoLuKvtOtY_Y2IybkS24JPiFarBAf-yk9V3fosWsLgaqygNhZx7a17ukq0oDCdmu/s400/6.jpg
 

















Di Neptunus ditemukan gemuruh angin yang bertiup lebih banyak dan kuat daripada yang ada di Bumi, mencapai 1.500 mph (2.414 kph). Seiring dengan rotasi planet yang cepat (sekitar 16 jam) sehingga menyebabkan konveksi panas-dingin yang cepat juga, lalu dapat mempengaruhi kecepatan angin dan menciptakan kecepatan yang melebihi kecepatan angin di bumi.
*      Freeze Frame(rangka es)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRr8e9bLcUyS9H87EWLcoi4H00dECT6zXwaCx1LReY1Gi0nLdikLXLXb-shkPCi47M_TWNsNuz2k73fibK3hKMred48fqkCqAzCRXHWtyR-LUjQGJPwORw8ogjJtNKrqG0NUbMyuGkntfK/s400/7.jpg
Suhu di Uranus bisa mencapai di bawah minus 300 derajat Fahrenheit (89 Kelvin). Uranus memiliki rotasi 17 jam namun revolusi yang mencapai 84 tahun menyebabkan musim (ekstrim) akan lama berganti. Kadang-kadang kondisinya bisa begitu dingin sehingga gas metana di atmosfer mengembun menjadi metana kristal-awan.
*      Close Encounter (Tabrakan Badai Terbesar)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIEz4os02EhwDLaudfX-FrrMk_WS91fXcOwrUG7du_N8IOWs2uua2plZidbsuHY1v-H174Dsz82VNgvwmjACGJQSKbjn2JhTDe0qfPAy6eQ4ZoxCkPsJtJzO_gu-nmm3_yRsA62PHdqMN1/s400/8.jpg
Dua bintik bulatan di planet jupiter diatas adalah badai yang sedang mengamuk di planet tersebut. Dari ukuran badainya saja dapat kita ketahui. Yang besar dinamakan the great Red Spot, badai yang lebih dari dua kali lipat lebar Bumi dengan 350-mph ((563 kph) angin dan yang kecil (badai) di namakan Red Jr. Walaupun tidak sepenuhnya dipahami, para ilmuwan berpikir warna merah berkorelasi dengan intensitas badai-angin lalu membangkitkan senyawa kimia dari bawah awan dan mengangkat mereka ke tempat yang tinggi, ditambah sinar ultraviolet sehingga menghasilkan rona bata.

*      Dust Buster (Pelebur Debu)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCs18pzE78sxkUyf2xl24uWpSvl1PH-JjMauPqOl6zZPKVlKk4VFmF0dxpysE2LYaZlrOBCSOn3DYqLdVAdJnUg2Rb-ENVBdQrx98DK-zqK224lGlbiW2wTmZPUlNgEzQ-5KvJlWezVbi7/s400/9.jpg
Mars diketahui telah menghempaskan badai debu yang melanda seluruh belahan mars. Debu berwarna karat ini dapat tertiup dengan kecepatan 60-100 mph (97-161 kilometer) per jam, yang berlangsung selama berminggu-minggu. Begitu dimulai, kabut tak tertembus ini dapat menyelimuti lebih dari separuh planet, meningkatkan suhu 30 derajat Celcius di belahan mars.
*      Iron rain (Hujan Besi)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi45_G3XNukg9xFyjTSPNkKhY4r4wlshG-rVgtpTsF2-J2r21wtnbgjnBfnqQCZCuzlv9ftgr6i2eMm-ED89rf21CTnAwbOqNolsWFgZobqoSUPsWEn7KqyUb2WcwYZ9N3KBXH-0uiTiio1/s400/10.jpg

Disebut “bintang gagal”, planet brown dwarf ini adalah planet yang baru ditemukan di tata surya kita. Warna cokelat menandakan bahwa planet ini memiliki unsur ferum (besi) yang tinggi. Planet ini memiliki badai seperti yang ada di jupiter dan menghempaskan besi-besi ke permukaan nya. Brown dwarf ini semakin dingin dari waktu ke waktu, molekul gas mengembun menjadi cairan besi-besi awan dan hujan. Dengan pendinginan lebih lanjut, badai besar menyapu menjauh awan, membiarkan cahaya inframerah terang tersebar ke luar angkasa.

*      13 fenomena langit bakal terjadi tahun 2013
1. Konjungsi Jupiter (21 Januari)
http://image.jadiberita.com/2013/01/Look_Up_13_Must-See_Stargazing-14a9a11f27c6847467641ef3946c79c1-335x223.jpg
 







Planet Jupiter bersinar terang. Fenomena ini terlihat sangat jelas pada malam hari terutama di daerah Amerika Utara. Saat ini terjadi, bulan dan planet terbesar dalam tata surya kita, Jupiter, akan terlihat lebih dekat jika kita melihatnya di langit malam. Fenomena ini adalah konjungsi bulan-Jupiter terdekat hingga tahun 2026.
2.      Penampakan planet Merkurius (2-23 Februari)
Pada tanggal-tanggal tersebut, planet Merkurius akan bergerak cukup jauh dari sinar matahari, sehingga terlihat pada langit barat, segera setelah matahari terbenam. Merkurius akan berada di posisi paling jauh dari matahari pada tanggal 16 Februari, dan sebelum tanggal itu, planet tersebut akan sangat terang dari -1.2 sampai -0.6 magnitudo. Magnitudo adalah ukuran untuk tingkat terang objek langit, dan magnitudo negatif menunjukkan tingkat terang yang luar biasa. 
3. Komet PANSTARRS (10-24 Maret)
http://image.jadiberita.com/2013/01/Look_Up_13_Must-See_Stargazing-a72711f6b581920770fcc3234fa3160f-335x225.jpg
Komet PANSTARRS pertama kali ditemukan pada bulan Juli 2011, dan semakin terang sejak pertama ditemukan. Komet ini diperkirakan akan berada pada bentuk terbaiknya pada tanggal 10-24 Maret 2013. Selain itu, dalam waktu tersebut, komet ini akan berada paling dekat dengan matahari (45 juta kilometer) dan bumi (164 juta kilometer).
 4. Gerhana bulan sebagian (25 April)
Fenomena ini akan menjadi gerhana bulan parsial yang sangat kecil, dan akan terlihat dengan sangat jelas pada Belahan Timur (Eropa, Afrika, Australia dan sebagian besar Asia). Gerhana ini tidak akan terlihat di daerah Amerika Utara.
5. Gerhana Matahari melingkar seperti cincin (9 Mei)
Fenomena ini terlihat seperti menempatkan satu koin uang receh di atas nikel: cincin sinar matahari tetap terlihat mengelilingi bulan. Pada titik gerhana terbesar, fase cincin akan berlangsung selama 6 menit, 4 detik. Warga Hawaii akan melihat gerhana parsial pada 15:48 waktu Hawaii, bulan akan menjadi kabur sekitar 32 persen dari lingkar matahari.
6. Planet saling ‘berdansa’ (24-30 Mei)
Yang dimaksud berdansa di sini adalah posisi planet Merkurius, Venus dan Jupiter yang selalu berubah-ubah tiap malam. Pada tanggal 28 Mei, planet Venus akan bersinar lebih terang dibandingkan planet Jupiter. 
7. Bulan purnama terbesar 2013 (23 Juni)
Pada tanggal tersebut, bulan akan terlihat bulat sempurna dan 32 menit sebelumnya bulan akan berada pada titik terdekat dengan bumi pada 2013 pada jarak 356.991 km (supermoon). Selama hari itu juga akan terjadi pasang-surut air laut yang ekstrim.
            8. Hujan meteor Perseid (12 Agustus)
Saat fenomena ini terjadi, terdapat sekitar 90 meteor per jamnya dan dianggap sebagai salah satu fenomena tahunan terbaik. Fenomena ini bisa dijadikan tontonan untuk orang yang sedang berkemah atau orang yang senang menghabiskan waktu di bawah langit malam.
http://image.jadiberita.com/2013/01/Look_Up_13_Must-See_Stargazing-656f42f1e991e8559ca16ffa095a6d0d-335x222.jpg 





9. Gerhana Bulan Penumbra (18 Oktober)
Fenomena ini dapat dilihat di sebagian besar Asia, Eropa dan Afrika. Bagian tengah dan timur Amerika Utara bisa melihat fenomena Hunters’ Moon yang sedikit menggelap saat petang. 
10. Gerhana Matahari campuran (3 November)
Fenomena ini termasuk gerhana matahari yang tidak biasa, karena gerhana berubah cepat dari melingkar menjadi total. Gerhana terbesar akan terjadi sekitar 402 km di lepas pantai Liberia. Jalur bayangan kemudian akan menyapu Afrika tengah, melewati sebagian Gabon, Kongo, Republik Demokratik Kongo, Uganda dan Kenya, sebelum berakhir saat matahari terbenam di perbatasan Ethiopia-Somalia. 
http://image.jadiberita.com/2013/01/Look_Up_13_Must-See_Stargazing-1831b7bb71f6b14db8a06dff55d2901b-335x189.jpg11. Komet ISON (pertengahan November hingga Desember)






Komet ini pertama ditemukan oleh dua astronom amatir, yaitu Vitali Nevski dari Belarusia dan Artyom Novichonok dari Rusia. Pada tanggal 28 November, komet tersebut akan berada dekat dengan matahari. Setelah itu, pada beberapa pekan berikutnya, komet ISON akan berada pada tempat terbaik untuk dilihat pada pagi dan malam hari dari belahan bumi utara. Ini membuatnya menjadi komet yang paling banyak ditonton sepanjang masa. 
12. Pesona Venus (Desember)
Planet Venus akan memberikan pemandangan paling hebat untuk 2013 dan 2014 baik langit malam atau pagi hari. Venus menghiasi langit malam barat daya selama tiga jam setelah matahari terbenam pada awal bulan, dan 1,5 jam setelah matahari terbenam saat Malam Tahun Baru. Pada tanggal 6 Desember malam, Venus akan berada pada puncak kecemerlangannya. 
13. Hujan meteor Geminid (13-14 Desember)
Fenomena ini dikatakan tontonan yang sangat menghibur, bahkan melebihi fenomena hujan meteor Perseid. Saat fenomena ini terjadi, Anda dapat melihat penampakan 120 meteor per jamnya. Bagi para penikmat langit malam, tentunya fenomena-fenomena di atas tidak dapat dilewatkan begitu saja. Saksikan sendiri saat tanggal-tanggal yang sudah disebutkan di atas tiba. (tom)
3.      Optik
1.      Aurora

Aurora merupakan pancaran cahaya pada langit daerah lintang tinggi, sebagai akibat atas pembelokan partikel angin matahari oleh magnetosfer ke arah kutub, serta adanya reaksi dengan molekul-molekul atmosfer.
 Matahari, atau Bintang merah yang menjadi pusat orbit planet-planet wilayah tatasurya ternyata hanyalah satu diantara milyaran bintang lainnya di galaksi bimasakti. Pada inti pusatnya, ia memiliki suhu 14 juta kelvin dengan tekanan 100 milyar kali lipat tekanan atmosfer di bumi. Cahaya yang dipancarkan matahari berasal dari reaksi fusi termonuklir yang terjadi pada inti bintang. Secara konveksi, energi hasil reaksi fusi tersebut dialirkan ke permukaan. Dari aliran konveksi tersebut, tercipta medan magnet yang sangat kuat di permukaan matahari. Daerah-daerah medan magnet tersebut relatif gelap (lebih dingin) dari pada sekitarnya, sehingga ia dinamakan bintik matahari atau sunspot. Menurut beberapa ahli astronomi, sunspot ini dianggap sebagai bendungan pasir pada arus air yang liar, nah ketika kekuatannya sudah tak sanggup lagi menahan tekanan arus, maka ia akan ‘jebol’. ‘Jebol’nya sunspot ini akan memuntahkan kandungan energi yang disalurkan sebagai arus proton atau elektron. Energi yang dilontaran keluar matahari tersebutlah  yang disebut sebagai angin matahari. Jika dengan intensitas yang besar maka dinamakan badai matahari.
Proses terjadinya angin matahari. Dimulai dengan terbentuk nya sunspot yang menciptakan medan magnet. Karena kekuatan sudah tak sanggup lagi menahan tekanan arus, maka ia akan ‘jebol’. Jebol nya sunspot ini akan memuntahkan kandungan energi yang disalurkan sebagai arus proton atau elektron. Perjalanan angin matahari menuju bumi, dapat ditempuh selama 18 jam hingga 2 hari perjalanan antariksa.
Ketika melewati Merkurius dan Venus, angin matahari akan langsung begitu saja menerpa atmosfernya, sehingga planet tersebut mengalami peningkatan suhu yang luar biasa akibat dari terpaan aliran proton dan elektron yang dibawanya. Namun demikian, lain halnya ketika angin matahari itu menghantam bumi. Bumi ini bagaikan magnet yang berukuran sangat besar, dengan kutub-kutub magnetnya hampir berdekatan dengan kutub geografis bumi. Sehingga bumi ini dilapisi oleh medan magnet (magnetosfer) yang berbentuk sebuah perisai yang mirip dengan buah apel, dimana bumi berada pada inti buahnya dan magnetosfer berada pada kulit buah apel.magnetosfer ini terdiri dari beberapa lapisan, dengan lapisan terbawahnya, sabuk radiasi van allen yang berada di sekitar ekuator (khatulistuwa). Layaknya sebuah perisai, magnetosfer dan sabuk van allen melindungi bumi dari terpaan partikel angin matahari.
Ketika angin matahari menerpa magnetosfer, partikel-partikel angin matahari dibelokkan dan tertarik menuju kutub medan magnet bumi. Semakin tinggi energi partikel, maka semakin dalam lapisan magnetosfer yang berhasil ditembus olehnya. Aliran partikel yang tertarik ke kutub medan magnet bumi akan bertumbukan dengan atom-atom yang ada di atmosfer. Energi yang dilepaskan akibat reaksi dari proton dan elektron yang bersinggungan dengan atom-atom di atmosfer, dapat dilihat secara visual melalui pendar cahaya yang berwarna-warni di langit, atau yang kita kenal sebagai Aurora. Di kutub utara bumi, aurora ini disebut sebagai aurora borealis, dan di kutub selatan, disebut sebagai aurora australis. Reaksi antara partikel angin matahari dengan atmosfer bumi, menghasilkan berbagai macam warna pada aurora. Perbedaan warna ini dipengaruhi oleh jenis atom yang berinteraksi dengan proton dan elektron, mengingat pada ketinggian-ketinggian tertentu, jenis atom penyusun atmosfer tidaklah sama. Pada ketinggian di atas 300 km, partikel angin matahari akan bertumbukan dengan atom-atom hidrogen sehingga terbentuk warna aurora kemerah-merahan. Semakin turun, yakni pada ketinggian 140 km, partikel angin matahari bereaksi dengan atom oksigen yang membentuk cahaya aurora berwarna biru atau ungu. Sementara itu, pada ketinggian 100 km proton dan elektron bersinggungan dengan atom oksigen dan nitrogen sehingga aurora tervisualisasikan dengan warna hijau dan merah muda.
https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSo-0EAsYAMZZRrJVjLGL2XearmqPVIzVRdDb1Gm54950Tu6Die

AURORA

 
 



















2.      Crepuscular Ray dan Anticrepuscular Ray
http://static.environmentalgraffiti.com/sites/default/files/images/http-inlinethumb21.webshots.com-45396-2311956410105960926S600x600Q85.jpg
 
















Crepuscular Ray adalah cahaya yang muncul terpancar dari suatu titik di langit (biasanya matahari). Crepuscular ray muncul melalui celah-celah awan atau benda lain dan tiap sinar di pisahkan oleh bagian gelap. Sedangkan Anticrepuscular Ray adalah kebalikan dari crepuscular ray, yaitu sinar yang memancar dari matahari berkumpul di titik anti solar, yaitu titik yang berlawanan dengan tempat matahari berada.

3.      Sun dog dan Moon dog

https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRw5bXBatWDzIyjTotNOMi0KAKa2ycClTUpJxSLR5ZxVDVljF2k












Sun dog  atau matahari palsu adalah bintik cahaya terang di langit yang biasanya muncul bersamaan dengan halo. Sun dog terlihat seperti matahari karena terang namun biasanya lebih kecil dari matahari. Sun dog sering disalahartikan sebagai matahari lain yang ada di langit dan kadang-kadang menjadi matahari terbit palsu yaitu sebuah peristiwa yang jarang terjadi karena matahari yang asli sebenarnya belum terbit. Sedangkan moon dog adalah bulan palsu yang muncul di langit saat bulan purnama muncul. Sama seperti sun dog, moon dog juga muncul bersamaan dengan halo, namun moon dog terjadi lebih jarang karena cahaya bulan kurang terang dan bulan mengalami pergantian fase.
4.      https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdCxUqiRMRQezgU7DCHEklBunZ79jC5I1trqjEMPYJgl-AV36p0QBbYtlxfr_NDWDkLLeDjmNqZ0y8fcnwHUVDyujYuCt4ygoErTIb0rFPsUgQOvWaMFSl9-Ms3Jr0uFztJ8ZwwJ4znEl2/s400/rainbow.jpgPelangi















Proses terjadinya pelangi bermula dari ketika cahaya matahari melewati sebuah tetes hujan yang kemudian dibelokkan atau dibiaskan menuju tengah tetes hujan tersebut, yang memisahkan cahaya putih itu menjadi sebuah warna spektrum. Kemudian, warna-warna yang terpisah ini memantul di belakang tetes hujan dan memisah lebih banyak lagi saat meninggalkannya. Akibatnya, cahaya tampak melengkung menjadi kurva warna yang disebut sebagai pelangi. Cahaya dengan panjang gelombang terpendek seperti ungu, terdapat di bagian kurva dan yang memiliki panjang gelombang terpanjang seperti merah terdapat pada bagian luar.
Pada abad ke-17, ilmuwan inggris, Isaac Newton, (1642 -1727) menemukan bahwa cahaya putih matahari sebenarnya adalah campuran dari cahaya berbagai warna. Dia menyorotkan sedikit sinar matahari melalui sebuah prisma kaca berbentuk segitiga (balok kaca) dalam sebuah ruang gelap. Bentuk prisma tersebut membuat berkas sinarnya membelok dan kemudian memisah menjadi suatu pita cahaya yang lebar. Di dalam pita ini, Newton melihat tujuh warna yang disebut spektrum. Warna-warna ini adalah merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu (sebutan mudahnya “mejikuhibiniu”).
Semua cahaya bergerak dalam bentuk gelombang. Panjang gelombang adalah yang menentukan warna cahaya tersebut. Kadang, sebuah pelangi kedua yang lebih redup dapt terlihat di atas pelagi utama karena cahaya telah dipantulkan atau dibiaskan lebih dari sekali di dalam tetes-tetes air hujan. Warna-warna pelangi kedua ini terbalik, merah di dalam dan ungu diluar. Warnanya tidak pernah secerah pelangi utama karena setiap kali cahaya dipantulkan, ada sedikit cahaya yang hilang.
Pada tahun 1852, ilmuwan Jerman, Ernst Von Brycke, menyatakan bahwa warna biru langit diakibatkan oleh partikel-partikel di atmosfer yang menyebarkan cahaya matahari saat memasuki atmosfer. Kemudian, dua fisikawan Inggris, Lord Rayleigh (1842-1919) dan John Tyndall (1820-1893) mempunyai penjelasan lain. Rayleigh berpendapat bawah bagian biru dari cahaya matahari disebarkan oleh debu dan uap air, tetapi dia salah. Molekul udara sendirilah yang menyebarkan cahaya. Meskipun demikian kita masih menyebut jenis penyeberan ini sebagai efek Tyndall, atau penyebaran Rayleigh, sesuai dengan nama kedua ilmuwan tersebut.
Pelangi dan efek cahaya lain di langit disebabkan oleh cahaya yang membias dan menyimpang menjauhi partikel. Saat Matahari terbenam, langit menjadi merah karena sinar matahari lewat melalui atmosfer yang jauh lebih tebal daripada ketika matahari berada tinggi di langit pada siang hari. Cahaya biru disebarkan diluar jalur cahaya, dan kita melihat panjang gelombang yang lebih merah.

5.      Halo

http://padang-today.com/up/berita/CINCIN%20MATAHARI.jpg

Halo Matahari adalah lingkaran pelangi yang mengelilingi Matahari. Halo juga bisa terjadi di sekitar Bulan pada malam hari. Fenomena halo ini disebabkan pembiasan cahaya Matahari oleh uap air di atmosfer sehingga terlihat seperti pelangi. Proses terbentuknya Halo Matahari sama seperti proses terbentuknya pelangi, hanya dalam hal ini tidak mengandung air, sehingga yang tampak hanya bayangan saja berbentuk cincin. Ketika musim hujan, partikel uap air ada yang naik hingga tinggi sekali di atmosfer. Partikel air memiliki kemampuan untuk membelokkan atau membiaskan cahaya matahari. Apabila hal tersebut terjadi saat posisi matahari sedang tegak lurus dengan bumi, maka akan terbentuk lingkaran gelap disekitar matahari. Hal ini disebabkan saat matahari pada posisi tegak lurus terhadap bumi kemampuan partikel air membiaskan cahaya lebih kecil sehingga warna yang terlihat sangat terbatas. Warnanya terlihat gelap karena pandangan ke arah matahari juga terhalang debu.
Berbeda dengan proses terbentuknya pelangi yang sering terjadi di pagi atau sore hari yang membentuk sudut kemiringan. Pada posisi yang miring ini, kemampuan partikel air membiaskan cahaya lebih besar, sehingga warna-warna yang muncul juga lebih lengkap. Jika terjadi pada pagi hari, udara masih dalam keadaan bersih sehingga akan tampak warna kemerahan.


































BAB IV
PENUTUP
4.1  Kesimpulan
Astronomi adalah ilmu tentang perbintangan, ilmu ini mempelajari asal-usul, evolusi, sifat fisik dan kimiawi benda-benda yang bisa dilihat dari langit dan diluar bumi, juga sistem ketatasuryaan yang berlaku sejak alam semesta ini diciptakan. Tata surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yng disebut matahari dan semua objek yang mengelilinga. Optik adalah cabang fisika yang menggambarkan perilaku dan sifat cahaya dan interaksi cahaya dengan materi.
Beberapa fenomena telah terjadi dari astronomi, tatasurya dan optik. Seperti aurora, hujan besi dan sebagainya. Sehingga manusia melakukan penelitian dan mengetahui proses terjadinya.
4.2  Saran
Dengan karya tulis ini mudah-mudahan dapat bermanfaat khusunya bagi penyusun umunya bagi semuanya.























DAFTAR PUSTAKA

Herabudin. 2010. Ilmu Alamiah Dasar. Bandung: CV Pustaka Setia
            tata.html#ixzz2hlGzBCI
            surya.html
http://islamisasisains.blogspot.com/2009/01/tata-surya-dalam-pandangan-al-            quran.html
http://tokoh-ilmuwan-penemu.blogspot.com/2009/08/tokoh-pelopor-ilmu-optik-      cahaya.html
http://www.merdeka.com/teknologi/tekmatis-sejarah-astronomi-dalam-islam-          2.html
http://universitaskehidupanislam.blogspot.com/2013/04/sejarah-ilmu-astronomi-      islam.html
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/08/08/m8fvse-  meneropong-dunia-dengan-ilmi-optik-4habis






0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda